Selametan Tandai Dimulainya Skaten Be 1960 Karaton Surakarta

Minggu, 02 Agustus 2026 19:18 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001965769.jpg
Selametan dimulainua sekaten di Alun alun utara Karaton Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Karaton Surakarta Hadiningrat resmi membuka perayaan Sekaten Tahun Be 1960 / 2026 melalui upacara Selametan di Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat, Minggu (2/8/2026). Pembukaan ditandai dengan seremoni selametan dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Paku Buwono (PB) XIV didampingi GKR Wandansari dan sejumlah kerabat. 

Selametan ini menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian pesta rakyat dan ritual adat Sekaten yang akan berlangsung sepanjang bulan Agustus. Selain melestarikan budaya adiluhung, event tahunan ini juga menjadi wadah pemberdayaan UMKM dan promosi seni budaya lokal.

GKR Wandansari berharap, melalui perayaan ini, nilai sejarah, filosofi, serta makna Sekaten sebagai media syiar Islam berbasis pendekatan budaya dapat terus dipahami oleh masyarakat luas.

Simbol Syiar Islam dan Makna Tradisi

Secara historis, Sekaten digelar di Alun-Alun Utara sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang terpusat di Masjid Agung. Tradisi ini telah diwariskan oleh para Wali Sanga untuk menyebarkan ajaran Islam melalui media kebudayaan Jawa.

Secara etimologi, nama *Sekaten* berasal dari kata *Syahadatain* (dua kalimat syahadat) serta mengandung makna *sekar ati* (bunga hati). Meski Alun-Alun Utara kini tampil dengan wajah baru pascarevitalisasi, esensi ritual dan kesakralan tata cara upacara pusaka tetap dijaga ketat oleh Karaton Surakarta.

Rangkaian Acara Utama

Selama sebulan penuh, masyarakat dapat menikmati beragam agenda khas Sekaten, antara lain:
* Miyos Gongso: Prosesi pemindahan gamelan pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari dari karaton ke halaman Masjid Agung Surakarta.
* Pasar Malam Rakyat: Menghadirkan wahana permainan tradisional, stan kuliner khas, dan pameran produk UMKM.
* Grebeg Maulud: Puncak acara berupa kirab gunungan hasil bumi dari karaton yang diperebutkan warga sebagai simbol doa dan rasa syukur.

Memori Masa Kecil PB XIV hingga Kehadiran Rian D'Masiv

PB XIV menyampaikan bahwa Sekaten merupakan tradisi berakar panjang untuk menyemarakkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Secara personal, beliau membagikan kenangan masa kecilnya saat menyambangi Sekaten, seperti membeli perahu otok-otok dan mainan keramik.

Pada momen pembukaan tersebut, PB XIV bahkan menyempatkan diri membeli mainan tradisional untuk sang buah hati. Namun, saat dikonfirmasi awak media mengenai keberadaan pasar malam tandingan di Alun-Alun Selatan, PB XIV enggan memberikan tanggapan.

Suasana pembukaan Sekaten tahun ini juga semakin menyedot perhatian dengan hadirnya musisi Rian Ekky Pradipta, vokalis grup musik D'Masiv. Rian tampak khusyuk ikut berdoa dan menikmati bancakan selametan bersama kerabat karaton.

"Sekaten sudah sangat familiar dari kecil. Kebetulan saya ada acara di Solo dan bersilaturahmi dengan Kang Mas (PB XIV). Suasananya masih sama seperti waktu saya kecil dulu, jajanan dan mainan perahu otok-otoknya masih terjaga," ungkap Rian.