Muhammadiyah
Kamis, 08 Januari 2026 11:55 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah rapat koordinasi (rakor) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (SBMPTMU) tahun 2026/2027 pada Selasa (6/1).
Pertemuan ini menghasilkan keputusan strategis: SBMPTMU ditetapkan sebagai platform utama penerimaan mahasiswa baru (PMB) PTMA, khususnya untuk Program Studi Kedokteran (FK) dan Kedokteran Gigi (FKG).
Keputusan ini diambil untuk menyederhanakan proses seleksi. Panitia SBMPTMU, Dr. Siti Dyah Handayani, M.M., menjelaskan bahwa calon mahasiswa kini cukup mendaftar sekali di SBMPTMU.
“Mereka mendaftar di SBMPTMU saja, itu kemudian di akhirnya sudah dinyatakan bisa diterima atau tidak di Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Jadi tidak perlu lagi setelah mereka lolos di SBMPTMU harus tes lagi yang berikutnya,” terang Siti Dyah.
Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor tanpa ujian tertulis atau berbasis komputer, dan pendaftar yang memenuhi syarat dapat langsung dinyatakan diterima di perguruan tinggi tujuan.
Perkuat Kolektivitas dan Akses
Wakil Majelis Diktilitbang Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa SBMPTMU bertujuan memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas input mahasiswa, serta memperluas akses pendidikan tinggi PTMA yang kini berjumlah 164.
Wakil Rektor II UMS, Prof. Dr. Muhammad Da'i, S.Si., M.Si., Apt., berharap penguatan kolektivitas ini justru akan memperkuat institusi masing-masing.
Beberapa inovasi yang dirumuskan untuk memperluas jangkauan SBMPTMU meliputi:
* Fokus FK dan FKG: Dijadikan daya tarik utama seleksi.
* Pelebaran Akses: Pembatasan pilihan PTMA besar untuk mendorong pendaftar ke PTMA menengah dan kecil.
* Jalur Mahasiswa Asing: Dibuka sejak 2025 untuk menyalurkan ribuan pendaftar dari luar negeri ke berbagai PTMA.
Pendaftaran SBMPTMU 2026 telah dibuka sejak 1 Januari 2026 dalam tiga gelombang, dengan melibatkan sekitar 130 PTMA, termasuk 23 kampus yang memiliki Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi.
Bagikan