Rupa Rasa Warisan di Solo Heritage Festival 2026

Sabtu, 06 Juni 2026 10:03 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001746848.jpg
Konferensi pers Solo Heritage Festival Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersiap menggelar Solo Heritage Festival 2026 pada 12–14 Juni mendatang. Mengambil tempat di Taman Balekambang dan nDalem Sasana, festival tahunan ini mengusung tema "Rupa Rasa Warisan" sebagai jembatan yang menghubungkan sejarah masa lalu dengan kreativitas masa kini.

Penyelenggaraan festival kali ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan momentum Hari Purbakala Nasional yang diperingati setiap tanggal 14 Juni. Selain sebagai ruang hiburan, agenda ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali ruang-ruang cagar budaya agar lebih fungsional bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

Filosofi "Rupa Rasa Warisan"

Tema yang diangkat tahun ini merefleksikan dua pilar utama kekayaan budaya yang dimiliki Kota Surakarta. "Rupa" mempresentasikan wujud fisik kota, mulai dari arsitektur bangunan bersejarah, arsip kolonial, hingga artefak kuno yang menjadi saksi bisu perjalanan Solo dari masa ke masa.

Sementara "Rasa" menangkap esensi non-bendawi yang hidup di sanubari masyarakat, seperti tradisi leluhur, seni pertunjukan, alunan musik, serta nilai-nilai luhur yang masih terjaga.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta menegaskan bahwa festival ini mengemban misi edukasi yang kuat, khususnya bagi generasi muda.

"Warisan budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan atau benda bersejarah, tetapi juga merawat nilai, cerita, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Melalui Solo Heritage Festival 2026, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal, mencintai, dan terlibat dalam pelestarian budaya Kota Surakarta," ujarnya.

Rangkaian Kegiatan Selama Tiga Hari

Selama tiga hari penyelenggaraan, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan menarik yang dikemas secara interaktif dan edukatif. Agenda akan dibuka dengan Senam Nostalgia Sepanjang Masa, dilanjutkan aksi Peduli Cagar Budaya Surakarta berupa penanaman pohon di lokasi cagar budaya serta pemberian bibit tanaman kepada siswa SD dan Kelompok Wanita Tani.

Untuk memacu kreativitas, panitia menggelar Lomba Storynomic Warisan Budaya, Lomba Desain Batik, dan Lomba Mewarnai Cagar Budaya Surakarta. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati atmosfer masa lalu di Pasar Nostalgia, mengikuti Bincang Film dan Pemutaran Film berlatar cagar budaya, serta mengagumi Pameran Lukisan bertema cagar budaya Kota Surakarta.

Seluruh rangkaian ini akan dimeriahkan oleh Panggung Hiburan Kesenian dan ditutup dengan sesi Awarding malam penganugerahan.

Melalui sinergi ini, Solo Heritage Festival 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan musiman, melainkan mampu memantik kesadaran kolektif untuk menjaga cagar budaya. Pemerintah Kota Surakarta mengajak seluruh warga dan pelancong untuk hadir meramaikan gelaran ini, merayakan identitas, sekaligus menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi masa depan kota.