Ruang Pahlawan Kekinian: Pelajar Sukoharjo Sampaikan Gagasan Kritis Langsung ke Pemimpin Daerah

Minggu, 30 November 2025 19:10 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001089708.jpg
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dalam diskusi bersama pemuda Omah Rembug Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Memperingati Hari Pahlawan Nasional, Omah Rembug Sukoharjo menggelar forum dialog bertajuk “Ruang Pahlawan Kekinian” di Rumah Dinas Wakil Bupati Sukoharjo, Sabtu (29/11/2025). 

Forum ini menghadirkan 60 pelajar perwakilan OSIS dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Sukoharjo untuk menyampaikan gagasan dan kritik langsung kepada pemangku kebijakan.

Mengangkat tema provokatif “Suara Pelajar Didengar atau Sekadar Dibiarkan Liar?”, kegiatan ini didesain menjadi ruang aman bagi Generasi Z untuk menyampaikan perspektif, kritik, serta rekomendasi terkait kondisi pendidikan dan isu kepemudaan di Kabupaten Sukoharjo.

Eko Sapto Purnomo, S.E. Wakil Bupati Sukoharjo hadir sebagai Keynote Speaker. Narasumber lain yang hadir adalah Salsabila Rahma Putri (Juara Nasional Motivator Duta Genre Indonesia) dan Angkasa Cantika Beny (Ketua Forum OSIS Sukoharjo). Dialog dipandu oleh Arif Dehan Ramadhan, seorang guru influencer dan praktisi citizen journalism.

Pemerintah Daerah Terbuka untuk Dialog Membangun

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Omah Rembug. Ia mengakui pentingnya mendengarkan aspirasi dari para pelajar yang merupakan pemimpin masa depan Sukoharjo.

“Aspirasi pelajar penting untuk kami dengar. Pemerintah daerah terbuka terhadap dialog yang membangun dan memberikan solusi,” tegas Eko Sapto Purnomo, menjamin komitmen pemerintah daerah terhadap partisipasi kaum muda.

Dalam sesi pemaparan, Salsabila Rahma Putri menekankan pentingnya kepercayaan diri pelajar, khususnya perempuan, untuk bersuara. Sementara Angkasa Cantika Beny menyoroti tantangan yang sering dihadapi pelajar dalam menuangkan ide besar menjadi rekomendasi yang dapat didengar.

Moderator Arif Dehan Ramadhan menambahkan bahwa Gen Z memiliki pola pikir kritis yang membutuhkan wadah partisipasi nyata, bukan simbolis. "Mereka tidak hanya butuh ruang untuk mendengar, tapi ruang untuk mempengaruhi arah pembicaraan," katanya.

Pelajar Bukan Sekadar Objek Seremonial

Ketua Omah Rembug Sukoharjo, Fadhel Moubharok, menegaskan bahwa forum ini adalah komitmen untuk membuka pintu dialog yang lebih dekat antara pemangku kebijakan dan pelajar.

“Pelajar bukan sekadar objek pendidikan. Mereka punya suara yang sangat relevan untuk didengar pemerintah. Hari ini, kami ingin menunjukkan bahwa gagasan pelajar bisa menjadi bagian dari pembangunan daerah dan bukan hanya jadi pengisi acara seremonial,” ujar Fadhel.

Kegiatan ini tidak hanya berakhir sebagai dialog, tetapi juga menghasilkan rekomendasi akhir yang menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperluas ruang partisipasi pelajar dalam diskursus publik.

Fadhel Moubharok berharap “Ruang Pahlawan Kekinian” dapat menjadi gerakan yang terus hidup dan agenda berkelanjutan. "Semakin banyak pelajar yang bersuara, semakin kuat pula masa depan Sukoharjo,” tutupnya.