Ritual Pulung Langse Ki Ageng Balak Dongkrak Ekonomi Warga

Minggu, 12 Juli 2026 12:31 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001883605.jpg
Tradisi Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata religi di kompleks Makam Ki Ageng Balak, Desa Mertan, Kecamatan Bendosari. Selain sebagai upaya menjaga kelestarian cagar budaya, langkah strategis ini diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Upacara Ritual Pulung Langse yang digelar pada Minggu (12/7) pagi. Agenda tahunan yang menjadi denyut nadi budaya lokal ini terbukti sukses menarik perhatian ratusan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Ngawi, Madiun, Magelang, hingga Bengkulu.

Rangkaian ritual adat diawali dengan kirab gunungan hasil bumi yang diarak mengelilingi area makam sebanyak satu kali. Gunungan berupa sayur dan buah segar tersebut kemudian diperebutkan oleh warga. Bagi masyarakat setempat, momentum ini disimbolkan sebagai pembagian berkah dan wujud rasa syukur atas kesuburan tanah.

Setelah prosesi gunungan, suasana khidmat berlanjut dengan pertunjukan tari Gambyong. Acara kemudian memasuki ritual inti, yakni prosesi penggantian kelambu (langse) makam lama oleh sesepuh desa. Menariknya, potongan kain kelambu lama tersebut dibagikan kepada para pengunjung yang telah memadati area makam. 

Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kekompakan masyarakat Desa Mertan (Kecamatan Bendosari) dan Desa Kenokorejo (Kecamatan Polokarto) dalam merawat tradisi luhur ini.

"Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Mertan dan Kenokorejo bisa menyelenggarakan upacara ini setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Herdis.

Herdis menegaskan bahwa Makam Ki Ageng Balak memiliki daya tarik spiritual dan magnet budaya yang sangat kuat. Sektor wisata religi ini dinilai sangat potensial untuk diintegrasikan ke dalam industri pariwisata daerah karena memiliki ceruk pasar yang loyal dan rutin berkunjung setiap tahun.

"Ritual ini telah menjadi event budaya yang menarik wisatawan setiap tahunnya. Maka penting bagi kita menjadikannya bagian dari industri pariwisata lokal," jelasnya.

Melalui optimalisasi fasilitas dan promosi cagar budaya Makam Ki Ageng Balak, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap volume kunjungan peziarah dari dalam maupun luar daerah dapat meningkat secara signifikan.

Peningkatan arus wisatawan ini diharapkan berimplikasi langsung terhadap penyerapan retribusi daerah, sekaligus menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan makam demi meningkatkan kesejahteraan warga.