hari pers nasional
Rabu, 11 Februari 2026 17:53 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Malam resepsi dan tirakatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Surakarta berlangsung meriah meski di bawah guyuran hujan. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta (Loji Gandrung), Selasa (10/2) malam, acara puncak ini menjadi panggung kebersamaan antara insan pers dan para pemimpin daerah se-Solo Raya.
Kehadiran para tokoh penting seperti Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, dan Wakil Bupati Sragen Suroto, serta perwakilan Pemprov Jateng Doni Widianto, memberikan warna tersendiri pada peringatan tahun ini.
Ketua Panitia HPN Surakarta 2026, Bramantyo, dalam sambutannya menekankan bahwa pers bukan sekadar penyampai pesan, melainkan perekat antarwilayah di Solo Raya. Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi informasi, ia mengajak wartawan untuk tetap tangguh.
"HPN memupuk kebersamaan. Pers jangan lengah dengan hadirnya AI hingga disrupsi informasi. Kita harus terus bertransformasi menjadi lebih baik," tegas Bramantyo.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menambahkan nilai historis lokasi acara. Menurutnya, kawasan Jalan Gajahmada merupakan titik kumpul wartawan dari seluruh Indonesia sejak masa kemerdekaan. "Di Surakarta lahir pers dan lahir pula PWI. Kota ini adalah rumah bagi gagasan-gagasan besar wartawan senior," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari para kepala daerah. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara terbuka menyatakan kesiapannya menerima kritik dari media demi pembangunan bangsa. Senada, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana dan Wabup Sragen Suroto sepakat bahwa sinergi antara pemerintah dan pers di Solo Raya sejauh ini berjalan sangat harmonis.
Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, menjelaskan bahwa malam tirakatan ini adalah muara dari rangkaian kegiatan HPN, mulai dari jalan sehat, lomba jurnalistik, hingga aksi sosial bagi keluarga wartawan.
"Meskipun sempat terkendala teknis terkait perpindahan lokasi, semangat kami tidak surut. Kami berharap wartawan di Solo Raya semakin kompak karena jalan perjuangan kita masih panjang," kata Anas.
Acara yang berlangsung hangat ini juga dihadiri oleh pimpinan redaksi berbagai media, organisasi profesi seperti PFI dan AJI, serta para pemangku kepentingan (stakeholder) mulai dari perwakilan Bank Indonesia, akademisi UMS, hingga berbagai perwakilan partai politik dan sektor swasta.
Bagikan