Rektor UNS Ajak Wisudawan Menjadi Problem Solver Global

Minggu, 28 Juni 2026 11:05 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001829599.jpg
Rektor UNS Prof Hartono saat wisuda (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengukuhkan 619 wisudawan dan wisudawati pada Wisuda Periode V Tahun 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Sabtu (27/6/2026). 

Dalam sidang terbuka tersebut, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh lulusan sekaligus menantang mereka untuk menjadi alumni yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi nyata di tengah dinamika global.

Prof. Hartono menegaskan bahwa keberhasilan para lulusan merupakan buah dari kerja keras, disiplin, ketekunan, serta untaian doa dan dukungan dari orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh sivitas akademika UNS.

"Hari ini merupakan momentum istimewa. Para wisudawan tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga memulai babak baru kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar 270.583 alumni UNS yang telah berkarya di berbagai penjuru Indonesia maupun mancanegara," ungkap Rektor di hadapan para wisudawan.

Dalam pidato sambutannya, Prof. Hartono menyoroti lanskap global yang saat ini diwarnai oleh peningkatan ketidakpastian. Mengacu pada Global Risks Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum, dunia diperkirakan akan menghadapi situasi yang semakin penuh gejolak akibat melemahnya kerja sama multilateral, eskalasi ketegangan geopolitik, serta disrupsi rantai pasok global.

Menghadapi benturan tantangan tersebut, Rektor menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi wajib memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi (high adaptability). Menurutnya, ijazah dan transkrip nilai hanyalah pintu masuk ke dunia profesional. 

Kunci keberhasilan masa depan yang sesungguhnya terletak pada kemampuan untuk terus belajar, meninggalkan pengetahuan yang tidak lagi relevan (unlearn), serta menguasai kompetensi baru (relearn dan learn).

"Dunia kerja saat ini jauh lebih menghargai individu yang mampu terus berkembang dibandingkan mereka yang merasa sudah selesai belajar. Karena itu, jangan pernah berhenti menjadi pembelajar," tegas Prof. Hartono.

Di samping memberikan wejangan, Prof. Hartono juga membagikan kabar baik mengenai pencapaian internasional universitas. Ia menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan UNS menembus kelompok peringkat 951–1000 dunia pada QS World University Rankings 2027. 

Capaian ini menjadi bukti konkret atas komitmen UNS dalam mendongkrak kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kendati demikian, Prof. Hartono menggarisbawahi bahwa pemeringkatan internasional bukanlah tujuan akhir yang dikejar. Hal yang jauh lebih esensial adalah bagaimana UNS dapat terus memberikan maslahat dan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kontribusi keilmuan serta inovasi yang dilahirkan.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Hartono mengajak seluruh alumni baru untuk bahu-membahu membangun UNS sebagai rumah bagi problem solver generation. Yaitu, sebuah generasi tangguh yang tidak sekadar mencari pekerjaan, melainkan mampu menciptakan solusi, memimpin gerak perubahan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNS menjadi bekal kuat untuk mengabdi kepada masyarakat sekaligus mengharumkan nama almamater di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.