Keroncong
Sabtu, 01 Agustus 2026 12:01 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Karaton Surakarta Hadiningrat bakal resmi membuka rangkaian Sekaten Tahun Be 1960/2026 pada Minggu (2/8/2026) pukul 15.30 WIB di Kompleks Pakelaran Karaton Surakarta Hadiningrat.
Pembukaan diawali dengan prosesi selamatan sebagai ungkapan rasa syukur, dilanjutkan seremoni penanda dimulainya seluruh rangkaian Sekaten sepanjang bulan Agustus.
Sekaten merupakan tradisi sakral dan bersejarah di Karaton Surakarta yang diwariskan secara turun-temurun sebagai media syiar Islam melalui pendekatan budaya. Penyelenggaraan tahun ini merupakan pelaksanaan atas dawuh Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana XIV, yang sebelumnya bergelar GPH Mangkubumi dan KGPH Hangabehi.
Ketua Harian Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Dr. Eddy Wirabhumi, menjelaskan bahwa Sekaten tidak hanya identik dengan pasar malam atau hiburan rakyat, melainkan memiliki inti pelaksanaan berupa prosesi adat yang diwariskan selama berabad-abad.
Ia menyebutkan, nilai utama Sekaten terletak pada keberlanjutan tradisi yang memadukan ajaran Islam, budaya Jawa, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh prosesi adat tetap dijalankan sesuai pakem untuk menjaga keluhuran budaya bangsa.
Rangkaian prosesi adat diawali pembukaan resmi pada 2 Agustus. Selanjutnya, jamasan gamelan pusaka Kyai Guntursari dan Kyai Gunturmadu digelar pada 12 Agustus.
Prosesi Miyosaken Gangsa Sekaten menuju Bangsal Pagongan Masjid Agung Surakarta dilaksanakan pada 19 Agustus, lalu gamelan dibunyikan setiap hari hingga 25 Agustus. Puncak perayaan berupa Ngonduraken Gangsa Sekaten dan Hajad Dalem Grebeg Maulud (Gunungan Sekaten) berlangsung pada 26 Agustus.
Di samping ritual adat, Pasar Malam Sekaten digelar mulai 1 hingga 30 Agustus 2026 di kawasan Alun-Alun Utara dan Halaman Masjid Agung Surakarta. Pasar malam ini menghadirkan wahana permainan, UMKM, kuliner, hingga perdagangan tradisional.
Guna memperkuat fungsi budaya, Karaton Surakarta juga menggelar Sekaten Art Festival 2026 di kawasan Siti Hinggil. Festival ini menjadi panggung apresiasi bagi sanggar seni, komunitas budaya, pelajar, hingga seniman dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Jawa Barat.
Melalui Sekaten 2026, Karaton Surakarta Hadiningrat mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya adiluhung yang menjadi identitas bangsa, sekaligus mengharapkan seluruh rangkaian acara dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
Bagikan