Tim PISN ISI Surakarta Bekali Sanggar Wayang workshop audiovisual Handphone
SOLO (Soloaja.co) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar workshop audiovisual berbasis perangkat seluler bagi anggota Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Kartasura. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lt. 2 Gedung V Jurusan Desain, Kampus Mojosongo FSRD ISI Surakarta, Jumat (31/7/2026).
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi Hibah Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Tahun 2026 yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
- Polresta Surakarta Gagalkan Aksi Vandalisme Puluhan Remaja Diamankan
- LPS Gelar Workshop Kreator Konten Soal Prinsip 3T Penjaminan Simpanan
Hibah ini mengusung fokus utama "Upaya Peningkatan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar Lewat Transformasi Karakter Wayang Pahlawan Indonesia".
Para peserta tampak antusias menyimak materi dasar-dasar audiovisual yang disampaikan oleh dosen FSRD ISI Surakarta, Prajanata Bagiananda Mulia. Dalam pemaparannya, ia membagikan teknik pengambilan gambar, pemilihan sudut pandang (angle), hingga kiat optimalisasi kamera *handphone* untuk kebutuhan rekaman video.
Peserta secara langsung mempraktikkan materi dengan merekam objek di sekitar, termasuk koleksi wayang yang dibawa khusus dari sanggar, dengan pendampingan langsung dari tim mahasiswa.
Ketua Tim Pengabdian FSRD ISI Surakarta, Agung Purnomo, menjelaskan bahwa kegiatan yang juga menggaet Putri Sekar Hapsari, Sri Murwanti, dan Basnendar Herry Prilosadoso sebagai anggota tim ini ditujukan untuk memacu kapasitas teknis mitra sanggar.
"Eksistensi sanggar seni tradisi perlu terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi audiovisual. Dengan penguasaan media ini, publikasi dan penyebaran informasi kegiatan sanggar dapat menjangkau masyarakat secara lebih masif," ujar Agung.
Sinergi ini mendapat sambutan hangat dari pihak mitra. Ketua Sanggar Omah Wayang Mas Kamto, Tri Haryoko, menegaskan bahwa pelatihan ini memberi dampak nyata bagi keberlanjutan sanggar yang dipimpinnya.
"Kegiatan ini sangat mendukung upaya pelestarian wayang kulit yang menjadi fokus utama komunitas kami, terutama dalam memperkuat sistem pendokumentasian dan kualitas publikasi setiap kegiatan sanggar," tutur Tri Haryoko dalam rilis tertulisnya.
