arus mudik
Rabu, 04 Maret 2026 16:22 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SEMARANG (Soloaja.co) – Polda Jawa Tengah (Jateng) mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 1447 H tahun 2026 yang diperkirakan meningkat hingga 2,1 persen dibandingkan tahun lalu. Berbeda dari sebelumnya, puncak arus mudik dan balik tahun ini diprediksi akan terbagi dalam dua gelombang.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa pola dua gelombang ini dipengaruhi oleh fleksibilitas waktu kerja masyarakat.
Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026, jadwal krusial yang perlu diwaspadai adalah:
* Puncak Arus Mudik: Gelombang I (14–15 Maret 2026) & Gelombang II (18–19 Maret 2026).
* Puncak Arus Balik: Gelombang I (24–25 Maret 2026) & Gelombang II (28–29 Maret 2026).
Persiapan Matang dan Imbauan Keamanan
Menyikapi potensi kepadatan tersebut, Kombes Pol Artanto mengimbau pemudik untuk tidak berangkat secara bersamaan di waktu puncak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak awal. Pastikan kendaraan prima, bahan bakar penuh, dan saldo E-Toll mencukupi agar tidak memicu antrean di gerbang tol," tegasnya di Mapolda Jateng, Rabu (4/3/2026).
Beliau juga mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi. Jika lelah, pemudik diminta segera memanfaatkan rest area atau pos pelayanan yang telah disediakan.
Skema Rekayasa Lalu Lintas
Polda Jateng telah menyiapkan personel maksimal yang akan disebar di jalur tol maupun arteri. Beberapa langkah antisipatif yang disiapkan meliputi:
* Penerapan skema one way, contraflow, dan ganjil-genap secara situasional.
* Penyiagaan Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu.
* Pengawasan ketat di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.
Dengan kesiapan ini, Polri berharap target mudik tahun ini dapat tercapai sesuai slogan yang diusung.
"Harapan kami, arus mudik dan balik dapat berjalan aman dan nyaman, sejalan dengan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia," pungkas Kombes Pol Artanto.
Bagikan