Pura Mangkunegaran
Kamis, 05 November 2026 16:34 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

SOLO (Soloaja.co) – Suasana khidmat menyelimuti Pura Mangkunegaran saat G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura menjalani Rangkaian Langkahan, Siraman, dan Dodol Dawet pada Kamis (5/11/2026). Rangkaian prosesi adat ini menjadi bentuk permohonan izin, doa restu, serta kesiapan keluarga mengiringi Gusti Sura menjelang pernikahannya dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian (Kanjeng Dimas).
Rangkaian kegiatan tersebut melanjutkan tahapan Sungkeman dan Sengkeran yang telah berlangsung sejak 3 November. Setiap tahapan tradisi ini mencerminkan penghormatan mendalam, mulai dari memohon restu orang tua, meminta izin kepada sang kakak, hingga menerima doa pangestu dari para sesepuh Pura Mangkunegaran.
Prosesi diawali pada Kamis pagi dengan ritual Langkahan di nDalem Ageng Pura Mangkunegaran. Tata cara ini dijalani oleh Gusti Sura lantaran dirinya melangkah atau menikah terlebih dahulu mendahului sang kakak, G.P.H. Paundrakarna Jiwa Suryanegara.
Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, menerangkan bahwa Langkahan merupakan simbol wujud penghormatan serta pertalian erat kekeluargaan antara adik dan kakak.
"Langkahan menjadi simbol permohonan izin Gusti Sura kepada kakaknya yang belum menikah. Restu tersebut mengiringi perjalanan kedua temanten dalam memasuki kehidupan rumah tangga," ujar Ayu.
Usai prosesi Langkahan, Gusti Sura melanjutkan tahap Siraman yang didahului dengan Sungkeman kepada para sesepuh keluarga. Pada saat bersamaan di tempat terpisah, Kanjeng Dimas juga melangsungkan prosesi Siraman di kediamannya sebagai bentuk pembersihan lahir dan batin dari kedua calon mempelai.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi Dodol Dawet, sebuah perlambang kesiapan orang tua melepas putri tercinta menuju kehidupan baru bersama sang suami.
"Dodol Dawet membawa makna bahwa orang tua Gusti Sura siap mengantarkan putrinya menuju kehidupan rumah tangga, dengan doa dan restu keluarga yang menyertainya," pungkas Ayu.
Sebelumnya, Gusti Sura juga telah memohon doa restu melalui Sungkeman kepada sang ibunda, G.K.P. Mangkoenagoro IX. Setelah menuntaskan agenda Siraman dan Dodol Dawet, rangkaian Hajad Dalem Dhaup Ageng dilanjutkan dengan malam Midodareni sebagai persiapan akhir menjelang puncak akad dan resepsi pernikahan.
Bagikan