Midodareni Dhaup Ageng Mangkunegaran, Malam Turunnya Bidadari Memperkuat Batin
SOLO (Soloaja.co) – Rangkaian Hajad Dalem Dhaup Ageng Mangkunegaran berlanjut pada Kamis malam (5/11/2026) dengan digelarnya prosesi Midodareni. Acara ini menjadi momen sakral bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin menyambut hari pernikahan.
Juru Bicara Dhaup Ageng Mangkunegaran, K.P.H. Tjuk Susilo, M.P.A., menerangkan bahwa malam Midodareni memiliki akar tradisi yang kuat dalam kebudayaan Jawa. Malam tersebut diyakini sebagai waktu turunnya para bidadari dari kayangan untuk memperkuat ketenangan batin calon pengantin putri.
- Dukung Peternak Mikro, BULOG Surakarta Salurkan Jagung SPHP
- BEI Gelar CMSE 2026 “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”
"Malam Midodareni ini, menurut sejarah dan tradisinya, dipercaya sebagai malam ketika para bidadari turun dari kayangan untuk menghampiri calon pengantin putri. Kehadiran mereka memberikan penguatan serta memperdalam kesiapan lahir dan batin calon pengantin," jelas Kanjeng Tjuk.

Selama prosesi berlangsung, calon mempelai putri beristirahat di Pracimayasa, kawasan Keputren, dan tidak diperkenankan keluar hingga malam berganti. Di sisi lain, rangkaian acara di Pendapa Ageng dimulai dengan kedatangan rombongan calon mempelai pria dari Ndalem Prangwedanan pada pukul 19.00 WIB untuk mengikuti prosesi Pasrah Tinampi yang diterima langsung oleh G.K.P. Mangkoenagoro IX.
- Festival Re-Write Panji 2026 Siap Digelar Megah di Taman Balekambang Solo
- FHIP UMS Edukasi Pelajar Tertib Lalu Lintas di Kulon Progo
Rangkaian kemudian diisi dengan prosesi Tumuruning Kembar Mayang yang membawa simbol doa dan perlindungan dari Bangsal Tosan menuju nDalem Ageng. Sebanyak empat pasang kembar mayang ditempatkan di titik-titik penting, meliputi nDalem Ageng, Pelaminan, Kamar Pusaka, dan Prangwedanan.
Para tamu dan keluarga besan yang hadir turut disuguhi pementasan Tari Srimpi Sura Asmara karya maestro tari R.Ng. Rusini. Acara ditutup dengan prosesi pemberian Kancing Gelung kepada calon mempelai pria oleh G.K.P. Mangkoenagoro IX, sebelum akhirnya rombongan kembali menuju Ndalem Prangwedanan guna menyongsong hari akad nikah.
