APG
Kamis, 29 Oktober 2026 19:06 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

JAKARTA (Soloaja.co) - Pemerintah bergerak cepat memberikan apresiasi bagi para atlet berprestasi yang berlaga di ajang Asian Para Games 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang. Hanya berselang empat hari usai kepulangan ke tanah air, bonus penghargaan langsung diserahkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026).
Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu, yang melampaui target awal pemerintah.
Salah satu atlet paling bersinar, perenang asal Magetan Maulana Rifky Yavianda, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencairan bonus yang diterima secara kilat ini.
"Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden (Prabowo Subianto), bapak Menpora (Erick Thohir), bapak CdM (Reda Manthovani) dan bapak Ketua Umum NPC Indonesia (Senny Marbun). Semoga bonus ini bisa bermanfaat buat kami dan adik adik, dan juga membuat kami berkembang prestasinya dikemudian hari," ujar Rifky.
Rifky mengaku tidak menyangka proses penyerahan bonus dapat berlangsung begitu cepat dan diserahkan langsung oleh Kepala Negara di Istana.
"Ya tentu senang sekali. Cuma beberapa hari saja dari pak Presiden bisa mencairkan bonusnya. Sangat cepat sekali. Langsung diundang ke Istana Negara dan langsung diberikan bonusnya," tutur Rifky.
Total anggaran apresiasi yang disiapkan pemerintah untuk Asian Games dan Asian Para Games 2026 mencapai Rp158,3 Miliar, di mana Rp97,2 Miliar di antaranya dialokasikan khusus bagi peraih prestasi Asian Para Games 2026.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa pencairan bonus kilat ini sekaligus mematahkan stigma bahwa masa depan seorang atlet itu suram. Pihaknya juga telah membekali para atlet dengan literasi finansial agar bonus yang diterima dapat dikelola dengan tepat sasaran.
"Ini hal yang luar biasa. Saya rasa stigma-stigma bahwa masa depan atlet suram itu tidak benar. Bapak presiden menyampaikan bahwa ini justru bagian dari membangun karakter bangsa, membuka lapangan pekerjaan, dan bapak presiden menekankan juga akan terus membangun keolahragaan berkelanjutan di sekolah-sekolah," jelas Erick Thohir.
Senada dengan Menpora, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Reda Manthovani mengingatkan para atlet agar memanfaatkan bonus tersebut dengan bijak untuk kebutuhan jangka panjang.
"Manfaatkan bonus ini sebaik mungkin. Jangan dipakai buat foya-foya, wah jangan-jangan, karena inilah modal dasar untuk kehidupan kedepannya," ucap Reda.
"Investasikanlah untuk masa depan kalian para atlet, karena enggak selamanya akan jadi atlet, dan bisa saja tahun-tahun berikutnya bukan kalian yang dapat medali emas. Jadi, manfaatkan bonus ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.
Bagikan