Panahan Indonesia Raih 3 Perak di Asian Para Games 2026

Kusumawati - Sabtu, 24 Oktober 2026 09:59 WIB
Atlet Para Panahan Indonesia di APG 2026 di Jepang (Soloaja)

NAGOYA (Soloaja.co) — Tim para panahan Indonesia mencatatkan peningkatan prestasi signifikan pada ajang Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang. Hingga Jumat (23/10/2026) malam, kontingen Merah Putih sukses mengamankan tiga medali perak dan satu medali perunggu.

Capaian ini menjadi lompatan besar dibandingkan edisi Hangzhou 2022, di mana Indonesia saat itu membawa pulang dua medali perunggu tanpa raihan perak.

Adapun pundi-pundi medali perak dibuka oleh pasangan Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah dari nomor men double compound. Ken kembali menyumbangkan perak kedua saat turun di nomor mixed team compound bersama Theodora Audi Ayudia Ferelly dan Arif Firmansyah. Sementara perak ketiga diraih pemanah senior Kholidin yang berpasangan dengan Noviera Ross di nomor mixed team recurve. Kholidin juga menyumbangkan perunggu saat berduet dengan Setiawan di nomor double men compound.

Pelatih para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang mampu menembus partai puncak di level Asia.

"Pertama-tama, saya ucapkan puji syukur Alhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan apresiasi untuk rekan-rekan yang terus bersemangat. Ini pertama kalinya kami berada di panggung final Asian Para Games dan Alhamdulillah diberikan tiga medali perak," ujar Idya.

Mengingat peta kekuatan dunia cabang olahraga panahan didominasi negara-negara Asia, Idya optimistis dengan prospek anak asuhnya menuju Paralimpiade 2028 di Los Angeles.

"Pesaingnya luar biasa, apalagi Tiongkok dengan kualitas yang sangat baik. Pertarungan level dunia di panahan itu ada di Asia. Kalau kita sudah bisa melewati Asia, Insya Allah kita bisa bersaing di Paralimpiade. Kami memasang target untuk meloloskan atlet sebanyak-banyaknya karena kami mempunyai peluang di kategori individual compound dan individual recurve," ungkapnya.

Evaluasi dan Performa Para Debutan

Atlet debutan Noviera Ross mengungkapkan rasa syukurnya dapat menyumbangkan medali pada ajang internasional pertamanya.

"Alhamdulillah, ini Asian Para Games pertama saya dan diberi rezeki oleh Allah bisa tampil di mixed team bersama bang Kholidin. Saya belajar untuk lebih tenang. Semua lawan sama jagonya, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengendalikan diri sendiri di lapangan," kata Noviera.

Sementara itu, debutan lainnya, Theodora Audi Ayudia Ferelly, menyebut dinamika cuaca yang ekstrem dan angin kencang di Nagoya menjadi tantangan tersendiri bagi akurasi tembakan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi ajang selanjutnya.

"Cuaca di sini berubah-ubah. Kemarin panas, hujan, dingin, dan sekarang berangin. Sempat ada tembakan yang kena angka 7 dua kali karena tertiup angin. Kami mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik," tutur Audi.

Peluang Indonesia untuk menambah perolehan medali masih terbuka melalui pertandingan perebutan tempat ketiga nomor individual men recurve yang diikuti Kholidin serta individual women recurve yang diikuti Noviera Ross pada Sabtu (24/10/2026).

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌