Dua Mahasiswa UNS Raih Medali di APG 2026, Evi Emas dan Michael Perak
SOLO (Soloaja.co) — Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Kedua atlet kebanggaan kampus Benteng Pancasila tersebut mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu dari cabang olahraga para atletik.
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS, Karisma Evi Tiarani, sukses meraih medali emas pada nomor lari 100 meter putri T63 dan perunggu di nomor lompat jauh. Sementara mahasiswa Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKOR UNS, Michael Marcelino, merengkuh medali perak pada nomor tolak peluru putra F12.
- Silaturahmi ke PWI Surakarta, Partai Demokrat Buka Ruang Kolaborasi dengan Media
- Sukoharjo Gelar Pilkades126 Desa, Siagakan 458 TPS
Michael Marcelino mencatatkan tolakan terbaik sejauh 12,85 meter pada percobaan pertama di ajang debutnya pada Asian Para Games. Ia tak kuasa menahan air mata saat mempersembahkan capaian ini untuk Indonesia, keluarga, serta mendiang pelatih kepalanya, Slamet Widodo.
"(Medali perak) saya persembahkan pertama untuk Indonesia, orang tua, serta almarhum Pak Slamet (Widodo)," ujar Michael, Rabu (28/10/2026).
Michael mengenang sosok mendiang Slamet Widodo yang terus mendampingi dan memotivasinya sejak 2019. Namun, kabar duka menghampiri hanya beberapa hari sebelum keberangkatannya ke Jepang.
"Pak Slamet terus memotivasi saya, tetapi beberapa hari sebelum ke sini (Nagoya), beliau sudah tidak ada," ungkap Michael terharu.
- BRI Salurkan KUR Rp144 Triliun, Perkuat Produktivitas UMKM Nasional
- Merangkul Generasi Muda, Membangun Polisi Masa Depan
Evi Tiarani Tampil Dominan di Nagoya
Sementara itu, Karisma Evi Tiarani mencatatkan hasil gemilang di Stadion Atletik Nagoya City Mizuho Park. Evi merebut medali emas nomor lari 100 meter putri T63 setelah membukukan catatan waktu 14,59 detik.
Sebelumnya, Evi juga telah mengamankan medali perunggu di nomor lompat jauh putri klasifikasi gabungan (T42, T44, T61, T62, T63, dan T64).
Keberhasilan Evi dan Michael menjadi bukti ketekunan serta daya juang mahasiswa UNS di kancah internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.
Pihak UNS berharap prestasi kedua mahasiswa tersebut dapat menginspirasi sivitas akademika dan masyarakat luas, serta memperkuat komitmen penciptaan lingkungan olahraga yang inklusif, setara, dan berorientasi prestasi.
