PPMI Assalaam Tebar 750 Takjil dan Kajian Ramadan

Selasa, 24 Februari 2026 08:16 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001395898.jpg
Kajian Ramadhan di Masjid PPMI Assalaam Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta kembali mempertegas komitmennya dalam syiar Islam Rahmatan lil ‘Alamiin. Selama 15 hari, mulai 21 Februari hingga 7 Maret 2026, pesantren ini menggelar rangkaian Kajian Qabla Iftar yang terbuka bagi masyarakat umum di Masjid PPMI Assalaam.

Program ini tidak hanya menyajikan santapan rohani melalui 15 tema keislaman aktual, tetapi juga aksi sosial nyata dengan pembagian 750 porsi takjil gratis setiap harinya. Materi kajian tahun ini dirancang sistematis, mencakup pemaknaan puasa kontekstual, optimalisasi zakat, hingga esensi sabar dan syukur dalam kehidupan modern.

Direktur PPMI Assalaam, Drs. H. Uripto M. Yunus, M.Ed., menyatakan bahwa Ramadan harus menjadi momentum transformasi spiritual sekaligus penguatan peran sosial umat. “Kami ingin jamaah memahami puasa tidak hanya secara normatif, tetapi juga kontekstual,” terangnya saat membuka kajian.

Pendidikan Karakter Santri

Menariknya, seluruh operasional kegiatan ini melibatkan peran aktif para santri. Sebelum memasuki masa perpulangan pada 8 Maret mendatang, para santri didorong untuk mengelola kepanitiaan, mulai dari distribusi logistik hingga publikasi. Langkah ini diambil sebagai media pendidikan karakter untuk melatih kepemimpinan dan kepedulian sosial di lapangan.

Ketua Panitia Ramadan 1447 H, Ustadz Ilham Adiyatma, S.Ag., menambahkan bahwa sinergi antara dakwah ilmiah dan sosial ini merupakan wujud pengabdian pesantren kepada masyarakat luas. “Kami ingin menghadirkan Ramadan yang memberi ilmu sekaligus menebar manfaat sosial,” pungkasnya.

Selain kajian sore, PPMI Assalaam juga telah menyiapkan rangkaian program lain seperti Pesantren Ramadan, I’tikaf, hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri bagi warga sekitar.