PMI Surakarta
Jumat, 13 Februari 2026 10:34 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

ACEH TAMIANG (Soloaja.co) – Solidaritas kemanusiaan warga Kota Surakarta melintasi batas pulau. Melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta, masyarakat Solo menyalurkan bantuan pembangunan tiga titik sumur bor bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (13/2/2026).
Bantuan ini difokuskan untuk memulihkan akses air bersih, yang menjadi kebutuhan paling krusial bagi warga pascabencana.
Sasar Lokasi Strategis Padat Warga
Pembangunan sumur bor ini dilakukan dengan spesifikasi kedalaman antara 40 hingga 80 meter untuk menjamin kualitas air yang jernih dan higienis. Adapun sebarannya mencakup:
* Desa Menang Gini, Kec. Karang Baru: Sudah selesai 100% dan melayani 27 KK.
* Desa Sekerak Kiri: Dalam proses pengeboran untuk kebutuhan 29 KK.
* Masjid At-Taqwa Kota Lintang: Dalam proses pengeboran untuk kebutuhan 500 jemaah.
Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, menegaskan bahwa proyek ini merupakan amanah dari donasi kolektif warga Solo.
"Kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Kami berharap sumur bor ini menjadi infrastruktur permanen yang memastikan warga Aceh Tamiang mendapatkan air layak konsumsi secara berkelanjutan," ujar Sumartono.
Apresiasi dan Sinergi Antarwilayah
Ketua PMI Kabupaten Aceh Tamiang, Irwan Pane, S.Sos, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian masyarakat Surakarta. Menurutnya, dukungan ini sangat mempercepat proses pemulihan warga, baik secara fisik maupun psikis.
"Kerja sama ini membuktikan bahwa jejaring PMI sangat solid dalam merespons kebutuhan masyarakat di titik-titik tersulit sekalipun," ungkap Irwan.
Manfaat langsung dirasakan oleh Badrul, warga Dusun Menang Gini. Ia bercerita bahwa sebelumnya warga sangat kesulitan air karena sumur gali tercemar lumpur sisa banjir. "Dengan bantuan sumur bor dalam ini, airnya jernih. Kami sangat bersyukur kepada warga Solo dan PMI," ucapnya haru.
Wujudkan Ketangguhan Bencana
Sinergi antara PMI Kota Surakarta dan PMI Kabupaten Aceh Tamiang ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi jangka panjang dalam program penguatan kapasitas masyarakat. Fokus utamanya adalah mewujudkan ketangguhan bencana yang lebih baik di masa depan.
Bagikan