Persiapan Gerebeg Besar Keraton Surakarta, Gusti Tedjowulan Serukan Persatuan

Selasa, 12 Mei 2026 16:06 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001663131.jpg
Rekor persiapan Gerebeg besar Keraton Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, mengeluarkan instruksi tegas untuk menjaga ketertiban umum dan mengedepankan kerukunan bersama. Hal ini ditekankan guna memastikan kelancaran agenda tradisi budaya serta proyek revitalisasi keraton yang tengah berlangsung.

Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Gerebeg Besar Idul Adha Tahun Dal 1959 yang digelar Selasa (12/05). Rakor tersebut dihadiri unsur pimpinan daerah, mulai dari Camat, Kapolsek, Danramil Pasar Kliwon, hingga tokoh internal keraton seperti GKR Wandansari (Gusti Moong) dan KPH Eddy Wirobumi.

Juru bicara Panembahan Agung, Kangjeng Prof. (HC) Dr. (HC) Candra Malik Pakoenegoro, menegaskan bahwa Gusti Tedjowulan meminta seluruh keluarga besar keraton untuk menanggalkan ego personal maupun kelompok.

"Gusti Tedjowulan memberikan arahan agar Gerebeg Besar Idul Adha berjalan aman dan damai. Keluarga Besar Keraton Surakarta harus bersatu, tidak boleh ada gesekan, dan jangan mengadakan Gerebeg Besar sendiri-sendiri," ujar Pakoenegoro, Selasa (12/5).

Revitalisasi Tahap Dua dan Pengamanan Pusaka

Selain agenda tradisi, pengamanan ketat dari unsur TNI/Polri juga akan dikerahkan untuk mendukung kelancaran revitalisasi Keraton Surakarta tahap kedua. Fokus pengerjaan pada pertengahan tahun ini meliputi area Keraton Kilen dan Kantordalem Panembahan Agung.

Seiring dengan perbaikan fisik, pendataan kekayaan budaya dan inventarisasi pusaka-pusaka *Kagungandalem* kini tengah digencarkan oleh Kementerian Kebudayaan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah.

"Kekayaan budaya, terutama pusaka-pusaka, akan didata. Jika ada yang berpindah tempat, akan dikembalikan ke tempat semula. Gusti Tedjowulan berharap semua pihak bersikap kooperatif demi kelancaran proses ini," tegas Pakoenegoro.

Persiapan Kirab Malam 1 Suro

Langkah pendataan dan pengamanan pusaka ini menjadi krusial mengingat keraton mulai mempersiapkan pelaksanaan Kirab Malam 1 Suro Tahun Be 1960. Ritual tahunan yang dinanti masyarakat luas ini diharapkan menjadi magnet pariwisata bagi wilayah Solo Raya.

Terkait pelaksanaan Gerebeg Besar Idul Adha, pihak keraton masih menunggu ketetapan resmi dari Pemerintah. Namun, secara prinsip, kirab gunungan tersebut direncanakan akan digelar pada hari kedua Idul Adha atau sehari setelah pelaksanaan salat Id.

Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Kementerian Kebudayaan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya di Keraton Surakarta berjalan sinkron dengan program perlindungan warisan budaya nasional.