Inovasi Karpet RABA Mahasiswa UMS Borong Penghargaan Dunia

Kusumawati - Selasa, 12 Mei 2026 15:23 WIB
Inovasi Karpet RABA Mahasiswa UMS (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Menjawab tantangan tingginya paparan screen time dan keterlambatan komunikasi pada anak usia dini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan inovasi pendidikan inklusif bernama Karpet RABA.

Karya ini sukses menyabet dua penghargaan bergengsi, Gold Medal Awards dan IYSA Grand Prize Awards, dalam ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026.

Karpet RABA dirancang khusus sebagai media stimulasi bahasa dan fokus bagi anak berkebutuhan khusus, terutama penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Tim lintas disiplin ilmu ini terdiri dari Taqiyyah Nurul ‘Azzah (Fisioterapi), Aulia Rahmania (Pendidikan Bahasa Inggris), Dwi Rahmat Maulana (Teknik Elektro), Dani Hendrawan (Farmasi), dan Ihsan Abdillah (Teknik Elektro).

Ketua Tim, Taqiyyah Nurul ‘Azzah, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan atas kondisi di lapangan. Berdasarkan observasi di sejumlah PAUD wilayah Gonilan, ditemukan banyak anak yang kesulitan fokus akibat penggunaan gawai yang berlebihan.

"Kami berpikir bagaimana menghadirkan media stimulasi yang efektif sekaligus menyenangkan. Anak ADHD cenderung lebih mudah belajar melalui aktivitas langsung atau learning by doing," ujar Taqiyyah, Selasa (12/5).

Belajar Tanpa Layar Berbasis Motorik

Berbeda dengan aplikasi edukasi pada umumnya, Karpet RABA merupakan media belajar screen-free. Alat ini memadukan stimulasi visual, audio, dan gerak motorik. Teknisnya, anak diarahkan melompat mengikuti pola tertentu pada karpet. Sensor yang tertanam akan mengeluarkan suara sesuai materi pembelajaran, sehingga anak belajar sambil bergerak aktif.

Keunikan ini memicu antusiasme tinggi di ajang JISF. Anggota tim, Aulia Rahmania, menyebut banyak orang tua yang tertarik langsung untuk memiliki produk tersebut. "Juri juga sangat antusias dan berharap inovasi ini bisa dikembangkan lebih luas," tambahnya.

Uji Coba dan Harapan ke Depan

Inovasi ini tidak sekadar teori. Karpet RABA telah diuji coba selama satu bulan di dua PAUD di wilayah Gonilan. Hasilnya menunjukkan tren positif pada peningkatan fokus dan kemampuan bahasa anak didik.

Dosen pembimbing tim, Suprapto, S.Si., Apt., M.Sc., menyatakan kebanggaannya atas prestasi internasional ini. Ia mendorong agar karya tersebut segera dipatenkan dan diproduksi secara massal.

"Kami berharap inovasi RABA dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan. Ini adalah bukti daya saing mahasiswa UMS di tingkat global dalam mendukung pendidikan inklusif," tegas Suprapto.

Selain mengharumkan nama bangsa, inovasi ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kesehatan yang baik dan pendidikan berkualitas. Ke depan, tim berharap Karpet RABA menjadi solusi nyata bagi tantangan tumbuh kembang anak di era digital.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS