Peduli UMKM, Wong Solo Dukung Gelaran Pasar Karya Cenderaloka

Sabtu, 17 Oktober 2026 13:31 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002247593.jpg
Deta, PIC acara Pasar Karya Cenderaloka (Solopos)

SOLO (Soloaja.co) — Pasar Karya Cenderaloka resmi dibuka sebagai wadah apresiasi dan unjuk karya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kriya di wilayah Solo Raya. Pameran yang berlangsung di Lokananta Solo, selama dua hari, Sabtu–Minggu (17–18/10/2026) tersebut mendapat dukungan penuh dari Wong Solo Group.

PIC Acara Pasar Karya Cenderaloka, Deta, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan yang diberikan para sponsor, khususnya Wong Solo Group di bawah pimpinan Puspo Wardoyo.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh sponsor yang telah mensponsori acara kami, Pasar Karya Cenderaloka, termasuk Bapak Puspo Wardoyo dari Wong Solo Group," kata Deta saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (17/10/2026).

Ia menerangkan, perhelatan ini dihadiri oleh 16 tenant UMKM pilihan yang merupakan perajin binaan Cenderaloka dari berbagai daerah di Solo Raya, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, hingga Kabupaten Sukoharjo. Pada ajang kali ini, pameran difokuskan pada produk kerajinan tangan. 

"Untuk tahun 2025 sampai 2026 ini kami dari Cenderaloka memang khusus menghadirkan platform untuk handicraft. Untuk kuliner saat ini belum, tetapi ke depannya kami akan mengembangkan sistem untuk merambah sektor kuliner," jelasnya.

Selain stan pameran kriya, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan beragam kompetisi dan lokakarya (workshop) interaktif. Di antaranya lomba tari tradisional, lomba mewarnai anak-anak, workshop merangkai bunga, hingga kelas pembuatan gerabah dari tanah liat (pottery).

Antusiasme pengunjung dan peserta tercatat cukup tinggi sejak hari pertama digelar. Peserta lomba tari maupun mewarnai tidak hanya datang dari wilayah Solo Raya, melainkan juga merambah hingga Kota Semarang dan kawasan luar kota lainnya.

Lokakarya yang disajikan pun diminati oleh berbagai rentang usia. Tidak hanya anak muda dan ibu rumah tangga, sesi perakitan bunga hingga pembuatan kriya turut diikuti oleh peserta bapak-bapak.

"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Selain lomba-lomba yang diikuti peserta dari luar kota seperti Semarang, workshop-nya juga diikuti berbagai kalangan, dari anak muda, ibu rumah tangga, sampai bapak-bapak. Salah satu agenda yang paling diminati adalah pottery atau membuat gerabah tanah liat," tambah Deta.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pasar Karya Cenderaloka diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif perajin lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar UMKM binaan di Jawa Tengah.