Revitalisasi Keraton Kulon Surakarta Resmi Dimulai

Kusumawati - Sabtu, 17 Oktober 2026 10:52 WIB
Tim revitalisasi Keraton Kilen Karaton Surakarta mulai melakukan tugasnya (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Revitalisasi kawasan Keraton Kulon (Keraton Kilen) di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat resmi memasuki tahap pelaksanaan sejak Jumat (16/10/2026). Pekerjaan pemulihan yang mencakup tiga bangunan bersejarah—Bangsal Pradongga Lor, Bangsal Bujana, dan Bangsal Pradongga Kidul—fokus pada pemulihan fisik tanpa mengubah keaslian arsitektur serta nilai historis kawasan.

Rangkaian persiapan diawali dengan rapat Pre Construction Meeting (PCM) secara daring oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, lalu dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat sore.

Poin Utama & Aspirasi Karaton

KPH Eddy Wirabhumi, anggota tim hukum Karaton Surakarta Hadiningrat/Lembaga Dewan Adat, menyampaikan bahwa koordinasi lapangan dilakukan untuk menyelaraskan gambar desain dengan kondisi faktual bangunan.

“Per hari ini, revitalisasi Keraton Kulon dinyatakan dimulai sehingga peralatan dan kebutuhan yang diperlukan untuk pekerjaan sudah bisa mulai didatangkan ke lokasi,” ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026) pagi.

Aspirasi dan arahan mengenai pelestarian karakter bangunan turut disampaikan oleh Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wandansari (Gusti Moeng), serta Sinuhun Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (PB XIV) yang hadir via Zoom.

Catatan Teknis & Hasil Peninjauan Lapangan

  • Tanpa Tembok Baru: Disepakati untuk meniadakan penambahan tembok baru agar fokus pada pengembalian bentuk asli, perbaikan bagian rusak, dan perkuatan struktur yang rapuh.
  • Rekomendasi Arkeolog: Melibatkan dua orang arkeolog, tim diimbau untuk memeriksa tingkat kerusakan sebelum pembongkaran agar material lama yang masih layak dapat dipertahankan.
  • Pengaturan Elevasi Tanah: Perencanaan ketinggian tanah dihitung secara cermat untuk mencegah genangan dan aliran air dari jalan luar masuk ke lingkungan kawasan.
  • Material Atap: Penggunaan atap genteng atau pengembalian ke bahan sirap masih dalam tahap pembahasan lanjutan sesuai kajian teknis dan historis.

Koordinasi Lintassektoral

Rapat PCM dan tinjauan lapangan tersebut dihadiri oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Tedjowulan (Utusan Pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026), B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, S.H., M.Kn., dan Basuki Teguh Yuwono, S.Sn., M.Sn. (Staf Khusus Menteri Kebudayaan), perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, serta tim kontraktor pelaksana dan konsultan manajemen konstruksi.

Melalui sinergi ini, pemulihan tiga bangsal utama di Keraton Kulon diharapkan berjalan presisi demi menjaga kelestarian warisan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌