PDAM Solo Raya Pastikan Pasokan Air Bersih Solo Raya Aman Selama Kemarau

Rabu, 09 September 2026 18:06 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002106909.jpg
PDAM wonogiri membantu air bersih atasi krisis musim. Kemarau (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Solo Raya memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan tetap aman dan terkendali di tengah tantangan musim kemarau. Langkah antisipasi serta pemanfaatan infrastruktur strategis telah disiapkan secara matang guna menjamin kontinuitas layanan masyarakat.

Humas Forum Pelayanan Air Minum Nasional (Forpamnas), Dwi Joko Wibisono, menegaskan ketahanan suplai air di Solo Raya tergolong baik berkat sinergi antarwilayah dan pemanfaatan sumber air baku yang memadai. Menurutnya, kesiapan infrastruktur, ketersediaan mata air yang melimpah, serta dukungan program nasional Wososukas (Wonogiri, Surakarta, Sukoharjo) menjadi kunci utama.

Kepala Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Sukoharjo, Eri Ken Agung, bersama Kepala Hublang PDAM Surakarta, Vera, mengonfirmasi distribusi air ke pelanggan berjalan normal. Untuk wilayah Sragen, ketersediaan air ditopang optimalisasi 61 sumur dalam dan 1 mata air. Kepala Humas PDAM Sragen, Desi, menjelaskan penggunaan sumur dalam menjadi tulang punggung menjaga stabilitas debit air. Sementara itu, wilayah Klaten dan Boyolali berada dalam kondisi sangat aman karena melimpahnya sumber mata air alami berkapasitas besar.

Gencarkan Bantuan Air Bersih

Di luar jaringan utama, PDAM tetap proaktif menanggulangi titik-titik kekeringan. Kepala Hublang PDAM Wonogiri, Purwanto, menyampaikan bahwa bantuan air bersih rutin disalurkan setiap hari menggunakan dana APBD/BPBD. Droping air menargetkan hingga 30 rit per hari dari total kebutuhan 1.045 tangki, khususnya untuk daerah luar jaringan yang didominasi kawasan karst Pegunungan Seribu.

Langkah serupa dilakukan di Kabupaten Sukoharjo. Atas arahan BPBD Sukoharjo, PDAM menyalurkan rata-rata 4 tangki air per hari ke wilayah Tawangsari, Weru, dan Bulu. Bantuan ini menjangkau 12 desa yang mencakup 1.110 KK atau sekitar 3.720 jiwa.

Forpamnas mengimbau seluruh masyarakat Solo Raya untuk tetap bijak memanfaatkan air bersih dan segera melapor ke saluran resmi PDAM setempat jika terjadi kendala distribusi.