BPJS Ketenagakerjaan Solo Dorong Perusahaan Ikut Program JP
SOLO (Soloaja.co) — Mengusung semangat Hari Pelanggan Nasional (Hapelnas) 2026, Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta menggelar sosialisasi dan literasi Program Jaminan Pensiun (JP) di kantor setempat, Rabu (9/9).
Agenda ini melibatkan 30 perusahaan se-Solo Raya yang sejauh ini baru mengikutsertakan pekerjanya pada tiga program utama—Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM)—namun belum mendaftar program JP.
- Baznas Sukoharjo Salurkan Bantuan Rp831 Juta untuk Ustaz, Marbot, dan Satpam
- Inovasi Mahasiswa UMS, Alat Penghancur Jarum Uji Keandalan di Faskes
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Dian Agung Senoaji, menegaskan pentingnya perlindungan berkala bagi pekerja saat memasuki masa tidak produktif, terlebih dengan naiknya angka harapan hidup di Indonesia dari 72 menjadi 74 tahun. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah pekerja terjebak menjadi sandwich generation.
Selain literasi program pensiun, BPJS Ketenagakerjaan turut mengenalkan Program Pemberdayaan dan Kemandirian (PEKA) bagi ahli waris penerima manfaat JKM. Program pelatihan wirausaha ini sebelumnya telah mendapat apresiasi langsung dari Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat meninjau keberhasilan penerima manfaat yang kini mandiri berbisnis kopi dan makanan beku.
- GAGAKU Jepang dan Keraton Surakarta Perkuat Diplomasi
- Daop 6 KAI Salurkan Bantuan TJSL Rp75 Juta untuk SDN 5 Gayam Sukoharjo
Guna memberikan gambaran konkret, PT Sami Surya Indah Plastik hadir membagikan testimoni setelah mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke program JP tahun ini. Perusahaan tersebut juga mengulas pendampingan program Return to Work (RTW) terhadap salah satu karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja hingga amputasi tangan.
Melalui intervensi dokter okupasi dan psikolog, pekerja tersebut menerima tangan robotik (prosthetic hand) bernilai sekitar Rp237 juta dan kini telah kembali bekerja secara produktif.
Melalui kegiatan ini, Dian Agung berharap para pimpinan perusahaan dapat segera mengambil keputusan strategis untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya ke program JP demi menjamin kehidupan yang layak di masa tua, saat mengalami cacat, maupun bagi ahli waris yang ditinggalkan.
