NPCI
Minggu, 05 April 2026 10:19 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Tim para panahan Indonesia menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Skuad Merah Putih sukses mengamankan total enam medali dalam ajang Hyundai World Archery Para Series 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 30 Maret hingga 4 April 2026.
Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu. Hasil impresif ini menempatkan Indonesia sebagai runner-up klasemen umum, tepat di bawah India yang mendominasi dengan perolehan tujuh emas.
Debut Manis Riyanti Ananda
Bintang baru muncul dalam turnamen ini. Pemanah debutan asal Kalimantan Selatan, Riyanti Ananda, menjadi buah bibir setelah sukses menyabet dua medali emas sekaligus. Ia memenangi nomor double women’s recurve saat berpasangan dengan Noviera Ross, serta menyabet emas di nomor mixed team recurve bersama atlet senior Kholidin.
Selain dua emas tersebut, Riyanti juga menyumbangkan satu medali perunggu dari nomor perorangan (recurve women’s open). "Sangat bahagia dan bersyukur. Ini medali pertama saya di event internasional," ungkap Riyanti dengan penuh haru.
Kejutan Kholidin Tundukkan Juara Paralimpiade
Tak hanya Riyanti, pemanah senior Kholidin juga mencatatkan kemenangan prestisius. Ia meraih emas di nomor recurve men’s open setelah mengalahkan Singh Harvinder dari India, yang merupakan pemegang medali emas Paralimpiade Paris 2024. Kemenangan ini menjadi suntikan motivasi besar bagi Kholidin menuju tiket Paralimpiade Los Angeles 2028.
Selain deretan emas, Indonesia juga mengamankan medali perak melalui pasangan Arif Firmansyah dan Teodora Audi Ayudia Ferelly di nomor mixed team compound. Sementara satu medali perunggu lainnya diraih oleh Setiawan di nomor recurve men’s open.
Evaluasi Tim Pelatih: Efektivitas Sistem Baru
Pelatih tim para panahan, Rameez Ali Surya Negara, mengaku puas dengan perolehan ini. Menariknya, emas justru datang dari nomor-nomor yang sebelumnya tidak diprediksi menjadi juara. Rameez menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari perubahan sistem kompetisi internal yang didukung oleh NPC Indonesia dan Kemenpora.
"Sistem kompetisi internal yang lebih ketat di Pelatnas menciptakan mental atlet yang lebih kuat. Atlet yang tadinya mungkin merasa nyaman, sekarang memiliki pacuan tersendiri untuk bisa diberangkatkan ke event dunia," jelas Rameez.
Selanjutnya, tim Indonesia dijadwalkan mengikuti seri di Republik Ceko pada Juni mendatang dan Asian Archery Para Cup di India pada September, sembari terus memantau situasi geopolitik global terkait rute perjalanan tim.
Bagikan