Pesan Mencetak Generasi Kuat Dalam Halalbihalal TK Aisyiyah Joyosuran
SOLO (Soloaja.co) – Pentingnya menjaga iman dan menebar manfaat menjadi pesan utama dalam Pengajian Halalbihalal TK Aisyiyah Bustanul Athfal Joyosuran yang digelar di Jl. Cikarang 22 Gabudan, Pasar Kliwon, Sabtu (4/4/2026).
Hadir sebagai pembicara, Dai Champions Standardisasi MUI Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, memaparkan bahwa kebahagiaan sejati di dunia maupun akhirat dapat diraih melalui dua kunci utama: iman yang kokoh dan kemanfaatan bagi sesama.
“Kunci sukses dunia akhirat adalah beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya iman dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar sosok yang juga anggota MPKSDI PDM Kota Surakarta tersebut.
- Menarik ! Veville Wisudawati UMS Bangga Kenakan Busana Fiji
- Bulog dan Kopassus Perkuat Swasembada Jagung di Blora
Dalam ceramahnya, Ustaz Jatmiko menekankan bahwa momen silaturahmi harus menjadi sarana untuk memperkuat pribadi yang pemaaf dan dermawan. Sifat-sifat ini merupakan ciri orang bertakwa yang mampu menahan amarah dan gemar berinfak, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
Inspirasi dari Al-Qur'an
Ia juga mengajak para jemaah untuk senantiasa mengkaji Al-Qur'an. Sebagai motivasi, ia mengisahkan keajaiban jasad para syuhada penghafal Al-Qur'an pada Perang Uhud yang tetap utuh meski telah berlalu 1.400 tahun.
“Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang di hari kiamat memberikan syafaat bagi pembacanya,” tuturnya mengutip hadis Rasulullah SAW.
- Gebrakan Tinju Pro di Solo, Kolaborasi SOWAG X Jotos dan ATI
- Ilham Hafizha Gubernur BEM, Wisudawan Cumlaude Kedokteran UMS
Menyiapkan Generasi Kuat
Lebih lanjut, Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo ini mengingatkan para wali murid agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik secara akidah, ibadah, ilmu, maupun ekonomi. Hal ini sejalan dengan amanat Surah An-Nisa’ ayat 9.
“Allah memperingatkan hamba-Nya agar jangan sampai meninggalkan keturunan yang lemah,” tegasnya.
Menutup tausiyahnya, Ustaz Jatmiko berpesan agar momentum Halalbihalal ini melahirkan kedamaian. Menurutnya, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang di sekitarnya, sebagaimana teladan dari Nabi Muhammad SAW.
