SOBAT 2026 Perhati-KL: Terobosan Blue Laser Tangani Gangguan Napas

Kusumawati - Minggu, 05 April 2026 16:24 WIB
Workshop SOBAT 2026 yang digelar Perhati-KL cabang Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (Perhati-KL) Cabang Solo sukses menyelenggarakan kegiatan ilmiah bertajuk Solo Bronchoesophagology Updates & Training (SOBAT) 2026.

Acara yang digelar di Auditorium Sekar Jagad RSUD dr. Moewardi Solo, Minggu (5/4), ini menjadi ajang unjuk teknologi mutakhir dalam penanganan gangguan jalan napas dan menelan pada pasien anak.

Mengusung tema “Comprehensive Airway & Swallowing Endoscopy”, workshop ini menarik antusiasme tinggi dari 47 tenaga medis. Peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga merambah hingga Riau dan Makassar, yang terdiri dari dokter spesialis, residen THT, hingga dokter umum.

Ketua Panitia SOBAT 2026, dr. Pandu Wicaksono, mengungkapkan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan sensitivitas medis terhadap gangguan airway dan menelan pada anak yang sering kali bersifat "tersembunyi" (silent).

"Kasus pada anak ini sering ditemukan, namun gejalanya kadang samar. Dalam live surgery hari ini, kami mendemonstrasikan teknologi Blue Laser untuk tindakan Supraglottoplasty pada kasus laringomalasia. Ini adalah teknologi yang relatif baru dan sangat efektif," jelas dr. Pandu.

Selain itu, peserta juga disuguhi demonstrasi operasi Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP) untuk menangani gangguan tidur (OSAS).

Hadirkan Pakar Internasional

Komitmen Perhati-KL Solo dalam meningkatkan kompetensi anggota dibuktikan dengan kehadiran instruktur kelas dunia. Selain pakar dari Jakarta, Jogja, Surabaya, dan Bali, panitia menghadirkan Prof. Wei-Chung Hsu dari National Taiwan University Hospital.

Dalam paparannya, Prof. Wei menekankan bahwa teknologi endoskopi adalah kunci utama diagnosis. "Endoskopi memungkinkan dokter melihat langsung sumber masalah pada anak. Dengan kepastian diagnosis, tindakan medis menjadi lebih cepat, tepat, dan yang terpenting, aman bagi pasien," tegas pakar asal Taiwan tersebut.

Pelatihan Intensif dan Hands-On

Ketua Perhati-KL Cabang Solo, Dr. dr. Hadi Sudrajat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi organisasi untuk terus memperbarui ilmu pengetahuan di bidang bronkoesofagologi yang kompleks.

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menjalani sesi hands-on atau praktik langsung. Pelatihan meliputi teknik Rigid dan Flexible Bronchoscopy menggunakan manekin kelinci, serta metode Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) untuk evaluasi kemampuan menelan.

Melalui sinergi antara RSUD dr. Moewardi dan Perhati-KL Solo, ajang SOBAT 2026 diharapkan mampu melahirkan tenaga medis yang lebih andal. Langkah ini menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan pasien anak di seluruh pelosok Indonesia.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS