Sukoharjo
Kamis, 02 April 2026 07:19 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

BOYOLALI (Soloaja.co) – Kabar gembira bagi warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro. Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, secara resmi melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bolo dengan Dusun Pingkuk pada Selasa (31/3/2026).
Didampingi Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf M. Arry Yudistira, Pangdam menegaskan bahwa proyek ini adalah jawaban atas keterbatasan akses yang selama ini mencekik mobilitas dan ekonomi warga setempat.
Akhiri Risiko Menyeberangi Sungai Serang
Selama bertahun-tahun, warga di wilayah tersebut terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Serang untuk aktivitas sehari-hari. Risiko semakin tinggi saat musim hujan tiba, di mana arus sungai yang meluap seringkali memutus akses pendidikan dan ekonomi.
“Hadirnya jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen. Kami ingin memastikan anak-anak berangkat sekolah dengan aman, dan ekonomi warga tidak lagi terhambat cuaca,” tegas Mayjen TNI Achiruddin di sela kegiatan.
Jembatan gantung ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang mumpuni:
* Panjang Bentang: 100 meter.
* Lebar Jembatan: 1,2 meter.
* Cakupan Manfaat: Memberikan akses aman bagi kurang lebih 4.500 warga.
Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf M. Arry Yudistira, menambahkan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat. Selain akses sekolah, jembatan ini akan menjadi jalur vital distribusi hasil tani.
“Dengan jembatan ini, distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan efisien. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Danrem.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana, serta jajaran pejabat utama Kodam IV/Diponegoro.
Masyarakat Desa Bolo menyambut pembangunan ini dengan antusiasme tinggi. Mereka berharap proses pengerjaan berjalan lancar sehingga jembatan sepanjang 100 meter ini segera dapat memerdekakan mereka dari isolasi geografis saat musim penghujan.
Bagikan