Kamis, 02 Juli 2026 14:23 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Muhaimin Iskandar, menghadiri ajang Agrotech Fair 2026 yang mengusung tema "Desa Berdaya: Peran Milenial dalam Mendukung Kemandirian Pangan Lokal Berkelanjutan". Acara tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia dengan Forum Mahasiswa Agroteknologi UNS.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan demi mencapai kemandirian pangan nasional melalui tiga pilar utama di tingkat makro.
Pertama, mengubah politik pangan nasional dengan slogan menghentikan ketergantungan impor, khususnya komoditas terigu, dan beralih mengoptimalkan potensi bahan baku lokal.
Kedua, mengarahkan anggaran politik pangan untuk mendukung lahirnya para inovator pangan berbasis kearifan lokal. Ketiga, memperkuat basis kemandirian pangan pada ilmu pengetahuan dan riset akademis yang kuat.
"Saya siap bekerja sama dengan UNS untuk mengumpulkan seluruh inovator, praktisi, dan pelaku dari tingkat perintis hingga yang paling sukses agar tercipta kolaborasi. Kita berkeyakinan UNS bisa menjadi universitas yang mengayakan warga masyarakat desa," ujar Muhaimin.
Dirinya berharap UNS dan perguruan tinggi lain terus menggalakkan penelitian untuk menemukan sumber kemandirian pangan baru yang bisa melahirkan kedaulatan pangan di tanah air secepat-cepatnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi tertinggi atas sinergi yang dibangun kementerian dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis. Menurutnya, seminar ini menjadi kontribusi nyata UNS dalam mendukung Asta Cita, terutama pada sektor penguatan ketahanan pangan, pembangunan dari desa, serta penguatan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045.
"Ketahanan pangan bukan lagi sekadar meningkatkan produksi pertanian, melainkan fondasi kedaulatan bangsa dan instrumen penting mengurangi kemiskinan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan geopolitik global, milenial dan Generasi Z memegang peran strategis sebagai motor penggerak inovasi digital, riset, serta pengembangan pangan lokal," urai Prof. Fitria.
Sebagai perwujudan komitmen "Kampus Berdampak", UNS siap menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi kebijakan pemerintah agar bisa diterjemahkan menjadi teknologi tepat guna yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebagai langkah konkret terdekat, Prof. Fitria mengumumkan bahwa pada minggu depan UNS akan melepas 2.930 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ribuan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 28 kabupaten di Indonesia, di mana sebagian besar program kerja yang diusung bertemakan penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat desa.
Selain Menko Pemberdayaan Masyarakat dan jajaran rektorat UNS, agenda ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah. Di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris; Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.; Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Suwandi; serta Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
Bagikan