Mendiktisaintek RI Sambangi UMS, Dorong Hilirisasi Riset

Rabu, 11 Maret 2026 13:34 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001449055.jpg
Menristekdikti saat berkunjung ke UMS Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/3). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., di Gedung Induk Siti Walidah.

Dalam pertemuan tersebut, Mendiktisaintek memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian UMS yang dinilai sangat progresif, terutama dalam penguatan ekosistem riset dan pengembangan akademik yang berdampak luas bagi masyarakat.

Kolaborasi Riset dan Akses Jurnal Internasional

Fokus utama kunjungan ini adalah membedah peluang kolaborasi strategis antara kementerian dan UMS. Prof. Brian mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) terkait perluasan akses jurnal internasional bagi peneliti di UMS guna menunjang kualitas riset.

“Kami melihat UMS ini sangat progresif. Beberapa hal yang dibicarakan adalah pengembangan riset dan kerja sama akses untuk jurnal internasional. Kami berharap UMS bisa terus melanjutkan berbagai risetnya,” ujar Prof. Brian.

Selain riset, diskusi juga menyentuh penguatan jaringan kampus dan konsep pengembangan akademik yang inklusif di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan tersebut demi kemandirian sains nasional.

Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Riset

Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Mendiktisaintek mengenai riset berbasis hilirisasi. UMS berkomitmen agar setiap riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi memiliki nilai komersialisasi dan manfaat nyata bagi dunia industri.

“Kami mengundang Pak Menteri untuk menindaklanjuti insight beliau mengenai pengembangan riset yang berhilirisasi. Ini selaras dengan arah pengembangan UMS yang mencakup penguatan akademik, kelembagaan, serta reputasi institusi,” jelas Harun.

Ekspansi "Campus Sister" Hingga ke Bali dan Kalimantan

UMS kini tengah memperkuat peran sebagai motor penggerak pendidikan Muhammadiyah yang berkualitas dengan memperluas jaringan melalui konsep campus sister. Setelah sukses dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), UMS merencanakan ekspansi ke wilayah lain.

Rencana tersebut meliputi:
* Universitas Bali Internasional Muhammadiyah di Bali.
* Pengembangan kampus baru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
“UMS menjadi motor utama dalam rangka menghadirkan pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berkualitas dari Sabang sampai Merauke,” tegas Harun. Mendiktisaintek pun menyatakan dukungannya terhadap peluncuran jaringan sister campus Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di seluruh nusantara.