UMS
Selasa, 31 Maret 2026 11:36 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

WONOGIRI (Soloaja.co) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan inovasi pembelajaran di MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, Wonogiri. Melalui pendekatan fun learning, para mahasiswa berupaya mematahkan stigma bahwa bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang sulit.
Program bertajuk “Alphabet dan Vocabulary: Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris melalui Fun Learning” ini difokuskan untuk memperbaiki penguasaan kosakata (vocabulary) serta teknik pelafalan siswa.
Tiga Sesi Belajar Sambil Bermain
Perwakilan mahasiswa KKN Dik FKIP UMS, Bilqis Malikatus Sholihah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara sistematis dalam tiga tahap utama untuk membangun kepercayaan diri siswa:
* Sesi Alfabet: Siswa diajak melafalkan huruf-huruf dalam bahasa Inggris melalui metode bernyanyi bersama guna menciptakan suasana kelas yang ceria.
* Sesi Pengenalan Kosakata: Siswa menuliskan kosakata yang telah diketahui untuk memetakan sejauh mana pemahaman dasar mereka.
* Sesi Game Kelompok: Sebagai puncak acara, siswa berkompetisi dalam kelompok untuk mencari, menghafal, dan menuliskan kosakata unik di papan tulis.
“Kami ingin menumbuhkan semangat bahwa bahasa Inggris itu menyenangkan. Harapannya, motivasi belajar mereka terus meningkat sehingga skill bahasa Inggrisnya berkembang secara berkelanjutan,” ujar Bilqis, Selasa (31/3/2026).
Respon Positif dari Siswa dan Sekolah
Metode ini terbukti efektif mengubah atmosfer belajar di kelas. Aisyah, salah satu siswi MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, mengaku lebih bersemangat karena pembelajaran melibatkan banyak permainan dan kerja sama tim.
"Pembelajarannya tidak membosankan, membuat saya jadi lebih bersemangat untuk belajar bahasa Inggris," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa UMS ini. Subiyanto, S.Pd., perwakilan sekolah, menilai metode belajar sambil bermain sangat membantu siswa dalam menyerap materi baru.
"Siswa-siswi merasa senang karena mereka lebih mudah memahami dan berani mengucapkan kosakata baru tanpa merasa terbebani," pungkas Subiyanto.
Melalui program ini, tim KKN Dik UMS berharap dapat memberikan dampak jangka panjang bagi efektivitas pembelajaran bahasa asing di lingkungan MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo.
Bagikan