UMS
Sabtu, 17 Januari 2026 15:10 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses melaksanakan Proyek Desa di Kecamatan Delanggu, Klaten. Kegiatan ini bertujuan melestarikan padi lokal Rojolele melalui pendekatan inovasi desain dan budaya pangan (food culture).
Program yang merupakan bagian dari skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025. Di bawah bimbingan dosen Pandu Purwandaru, Ph.D., tim mahasiswa yang diketuai oleh Martina Desi Irna Setiyobudi fokus menghidupkan kembali eksistensi Rojolele yang mulai ditinggalkan petani.
"Mahasiswa berupaya membangkitkan kembali Rojolele Delanggu dengan pendekatan urban–rural exchange. Kami ingin identitas pangan lokal ini kembali kuat di mata masyarakat desa maupun kota," terang Pandu Purwandaru, Kamis (15/1/2026).
Festival Menanam dan Interaksi Budaya
Rangkaian kegiatan diawali dengan keterlibatan langsung mahasiswa saat proses panen di Desa Sabrang. Sebagai puncaknya, digelar "Festival Menanam Rojolele" yang mempertemukan masyarakat desa dan kota dalam ruang interaksi sosial.
Tak hanya menanam, festival ini menghadirkan budaya makan jajanan tradisional bersama. Momen ini menjadi sarana memperkenalkan kembali kekayaan kuliner berbasis pangan lokal sebagai identitas budaya yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Sentuhan Desain untuk Daya Saing
Pasca-tanam, mahasiswa Desain Interior UNS mengaplikasikan keilmuan mereka melalui pengembangan:
* Desain Kemasan: Membuat packaging yang lebih modern dan menarik.
* Branding & Pelabelan: Menyusun identitas visual produk agar lebih premium.
* Strategi Pemasaran: Memetakan potensi pasar produk beras dan kerajinan jerami.
Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing beras Rojolele di pasar luas sekaligus memperkuat citra Delanggu sebagai lumbung pangan berbasis budaya.
Kegiatan ini tidak hanya memenuhi pencapaian SDG ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG ke-12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), tetapi juga membuktikan peran mahasiswa sebagai jembatan antara pengetahuan lokal dan perspektif desain kontemporer demi dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Bagikan