Muhammadiyah
Sabtu, 10 Januari 2026 08:32 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan bantuan beasiswa kepada delapan mahasiswa yang keluarganya terdampak parah oleh bencana banjir besar di Aceh dan Sumatera.
Penyerahan bantuan yang sarat haru ini dilaksanakan di Ruang Sidang LPPIK, UMS, pada Senin (5/1). Program ini merupakan hasil identifikasi dan koordinasi yang intensif antara LAZISMU UMS dan Direktorat Kemahasiswaan sejak Desember 2025.
Ketua Badan Pengurus LAZISMU UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen UMS sebagai institusi pendidikan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa di tengah situasi darurat atau tak terduga.
"Tentu dengan kondisi seperti itu, kan memengaruhi ekonomi keluarga. Kami putuskan untuk membantu masing-masing mereka itu nanti selama tiga bulan ke depan," ungkap Mahasri.
Dukungan Penuh untuk Mahasiswa Terdampak
Bantuan kemanusiaan ini mencakup dukungan finansial yang signifikan untuk memastikan mahasiswa dapat melanjutkan studi dengan tenang. Dukungan yang diberikan meliputi:
* Pembayaran biaya kuliah (UKT) untuk satu periode.
* Bantuan biaya hidup sebesar Rp 1.000.000 per bulan selama Januari, Februari, dan Maret 2026.
Dr. Mahasri berharap beasiswa ini tidak hanya meringankan beban material, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian di lingkungan akademis UMS.
"Kita perlu bersabar, baik bersabar secara hati, bersabar secara lisan, juga bersabar dalam bentuk perbuatan. Bersabar dalam bentuk perbuatan itu kan tentu di antaranya adalah bagaimana menyemangati diri sendiri untuk bangkit," tambahnya.
Melalui bantuan ini, LAZISMU UMS berharap para penerima beasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tepat waktu dan kelak kembali ke daerah asal mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan. Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen sosial UMS dalam menyebarkan kebaikan dan mengubah kesulitan menjadi harapan baru di tengah keterbatasan.
Bagikan