KPU Sukoharjo
Selasa, 21 April 2026 11:50 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar kuliah umum bertajuk “KPU Mengajar: Komunikasi Politik & Hukum Acara Konstitusi”, Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung D FISH ini bertujuan untuk memperkuat literasi politik dan konstitusi di kalangan mahasiswa.
Menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Murwedhy Tanomo, acara ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hukum semester 4.
Mahasiswa sebagai Motor Perubahan
Dalam paparannya, Murwedhy Tanomo menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam sejarah besar bangsa Indonesia, mulai dari momentum Sumpah Pemuda hingga era Reformasi 1998. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang harus memiliki kepekaan sosial tinggi.
"Mahasiswa bukan hanya kuliah lalu pulang. Ada harapan besar dari masyarakat agar mahasiswa mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik melalui pemikiran kritis dan keterlibatan organisasi," ujar Murwedhy.
Pahami Asas Luber Jurdil
Selain membahas sejarah, Murwedhy menguraikan perkembangan sistem pemilu di Indonesia yang kini memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilih pemimpin secara langsung. Ia menekankan bahwa prinsip Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) harus dijaga ketat oleh seluruh elemen, termasuk generasi muda.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk proaktif memastikan diri terdaftar sebagai pemilih dan tidak menutup diri untuk terlibat sebagai penyelenggara pemilu di masa depan demi menjaga kualitas demokrasi.
"Pilihlah calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, integritas, dan kapasitasnya. Jangan karena popularitas atau iming-iming materi. Etika adalah faktor utama," tegasnya.
Sinergi Kampus dan Penyelenggara Pemilu
Dekan FISH Univet Bantara, Dr. Joko Suryono, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, program "KPU Mengajar" adalah langkah nyata perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan pemilih yang rasional kepada mahasiswa.
"Harapannya mahasiswa memiliki kesadaran untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah terpengaruh, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan hati nurani demi kemajuan bangsa," tutur Dr. Joko.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab dan kritis dalam menentukan arah kepemimpinan nasional di masa mendatang.
Bagikan