Relawan bolone Mase
Sabtu, 04 Juli 2026 16:09 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) — Ruang digital yang kian dipadati disinformasi memicu relawan Bolone Mase Indonesia Kabupaten Sukoharjo mengambil sikap tegas. Dalam agenda konsolidasi yang digelar di SFA Solo Baru, Sabtu (4/7), upaya memperkuat peran relawan untuk menangkal hoaks menjadi sorotan utama.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh perwakilan relawan dari seluruh kecamatan di Sukoharjo, dipimpin langsung oleh Koordinator Nasional Bolone Mase Indonesia, Kuat Hermawan Santoso, didampingi Koordinator Kabupaten Sukoharjo, Luqman Yudhi Nursyahid. Selain mempererat soliditas internal, forum ini dirancang sebagai ruang penyamaan visi dan strategi komunikasi publik.
Kuat Hermawan Santoso menegaskan bahwa tantangan relawan saat ini bukan lagi sekadar menggalang dukungan, melainkan menjadi benteng informasi bagi masyarakat. Menurutnya, publik membutuhkan pasokan informasi yang valid, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah riuhnya media sosial.
"Relawan tidak cukup hanya hadir sebagai pendukung. Kita harus hadir membawa manfaat, menjaga persatuan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat dengan informasi yang benar. Semangat kita adalah bersatu, bergerak, dan berdampak," ujar Kuat dalam arahannya.
Tak hanya fokus pada literasi digital, Kuat juga menggarisbawahi pentingnya pemahaman relawan terhadap program-program prioritas di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang harus dipahami dan disosialisasikan secara tepat kepada masyarakat bawah.
Program-program tersebut di antaranya meliputi Makan Bergizi Gratis, penguatan Koperasi Merah Putih di perkotaan dan pedesaan, pemberantasan korupsi, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Selain itu, disoroti pula program Sekolah Rakyat, kebijakan ekspor satu pintu, percepatan penurunan stunting, hingga Program Magang Nasional.
Di sisi lain, Koordinator Kabupaten Sukoharjo, Luqman Yudhi Nursyahid, menilai konsolidasi ini sebagai momentum krusial untuk merapatkan barisan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.
"Kami ingin seluruh relawan memiliki visi yang sama, saling bersinergi, dan semakin aktif berkontribusi di tengah masyarakat. Organisasi yang solid akan lebih mudah menghadirkan program-program yang bermanfaat," kata Luqman.
Suasana diskusi di SFA Solo Baru berlangsung dinamis dan interaktif. Berbagai masukan mengalir dari tingkat akar rumput, mulai dari taktik penguatan jaringan hingga strategi komunikasi publik yang efektif di tingkat kecamatan.
Melalui gerakan "Bersatu, Bergerak, Berdampak" ini, Bolone Mase Sukoharjo berkomitmen melahirkan aksi yang produktif dan edukatif bagi masyarakat luas.
Bagikan
Relawan bolone Mase
2 tahun yang lalu