UMS Surakarta
Jumat, 31 Juli 2026 21:41 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Capaian membanggakan yang diraih Tim Klanceng Edufarm Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) menjadi pijakan baru untuk memperluas jangkauan usaha.
Setelah berhasil menyabet Juara 1 Business dan Juara 2 Proposal kategori Budidaya, tim mahasiswa ini menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga menembus pasar internasional.
Klanceng Edufarm merupakan startup agribisnis yang digagas oleh mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Tim ini beranggotakan Hibatulloh Al-Mubarok, Oyan Sugiyanto, Wildan Iskandar, Riski Aldiansyah, dan Athifah Fabanyo.
Mereka fokus mengembangkan budidaya lebah klanceng berbasis edukasi dan pelestarian lingkungan.
Hibatulloh Al-Mubarok mengungkapkan bahwa Klanceng Edufarm berawal pada Agustus 2024 dari keresahan melihat potensi lebah klanceng di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, lebah klanceng memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui proses penyerbukan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya ingin menghadirkan usaha yang tidak hanya menjual madu, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat. Konsep tersebut menjadi pembeda utama Klanceng Edufarm dari usaha madu pada umumnya.
Selain menghasilkan madu premium, tim juga mengembangkan inovasi Dual Chamber Trigona Hive System (DCTHS) untuk meningkatkan efektivitas budidaya. Karakteristik lebah klanceng yang tidak menyengat turut dimanfaatkan sebagai media edukasi interaktif bagi pelajar hingga masyarakat umum.
Perjalanan bisnis Klanceng Edufarm mencatatkan perkembangan yang signifikan. Hingga saat ini, usaha tersebut telah mengelola lebih dari 200 koloni lebah, melayani lebih dari 600 pelanggan di berbagai daerah di Indonesia, membangun 9 reseller, bekerja sama dengan 4 mitra, serta membukukan omzet kumulatif sekitar Rp140 juta.
Mengenai keikutsertaan dalam Studentpreneur Bootcamp MCEBI di Universitas Muhammadiyah Malang pada 17-18 Juli 2026 lalu, Hibatulloh menyebut ajang tersebut dimanfaatkan sebagai ruang belajar untuk memvalidasi model bisnis, memperluas jejaring, serta menyerap masukan dari para mentor, praktisi, dan akademisi.
Dari pendampingan itu, tim didorong untuk memperkuat hilirisasi produk, meningkatkan nilai tambah inovasi, dan membangun ekosistem usaha yang menghubungkan peternak, konsumen, dunia pendidikan, serta pelestarian lingkungan.
Berbekal pencapaian tersebut, Klanceng Edufarm menyiapkan sejumlah langkah strategis ke depan, seperti menambah jumlah koloni budidaya, memperluas jaringan reseller dan mitra, membangun pusat edukasi budidaya lebah klanceng, hingga membuka cabang di wilayah strategis guna mempersiapkan diri menuju pasar ekspor.
Keberhasilan ini turut mendapat dukungan penuh dari Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. Ia terus mendorong mahasiswa agar membangun bisnis yang tidak sekadar berorientasi pada keuntungan materiil, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Dukungan ini sejalan dengan komitmen UMS dalam melahirkan lebih banyak startup mahasiswa yang inovatif, berdaya saing nasional, serta siap bersaing di kancah global.
Bagikan