Imigrasi Surakarta Edukasi Siswa SMA Unggulan RUSHD Sragen Soal TPPO dan Paspor

Kusumawati - Jumat, 31 Juli 2026 11:11 WIB
Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Surakarta gelar sosialisasi tentang TPPO di SMA Unggulan RUSHD Sragen (Soloaja)

SRAGEN (Soloaja.co) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar kegiatan "Imigrasi Surakarta Goes to School" di SMA Unggulan RUSHD Sragen, Kamis (30/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan literasi keimigrasian sekaligus membentengi generasi muda dari potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kegiatan edukasi tersebut diikuti sebanyak 70 peserta dari unsur siswa dan guru. Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Surakarta, Komarudin, menyampaikan pentingnya pemahaman hukum keimigrasian sejak dari bangku sekolah.

"Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran hukum. Kami berharap para siswa memahami prosedur perjalanan ke luar negeri secara aman, legal, dan sesuai ketentuan," ujar Komarudin saat membuka acara.

Kepala SMA Unggulan RUSHD Sragen, Eko Sugiyanto, mengapresiasi inisiatif tersebut karena memberikan wawasan baru bagi anak didiknya yang berencana melanjutkan studi atau berkarir di luar negeri.

Dua materi utama disampaikan oleh Analis Keimigrasian Kantor Imigrasi Surakarta, Sri Wulansari dan Ponco Kusuma Wardani. Keduanya mengupas tuntas tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Imigrasi, penggunaan Aplikasi M-Paspor, hingga kewaspadaan terhadap modus perekrutan pekerja ilegal.

"Siswa diimbau selalu memastikan legalitas perusahaan atau lembaga yang menawarkan peluang kerja maupun beasiswa ke luar negeri. Jangan mudah tergiur iming-iming gaji tinggi tanpa proses resmi," tegas narasumber dalam paparannya.

Tak hanya soal prosedur paspor dan TPPO, para peserta juga mendapat wawasan mengenai sekolah kedinasan dari Taruna Politeknik Imigrasi (Poltekim) dan Politeknik Pemasyarakatan (Poltekip). Para taruna membagikan informasi seputar syarat seleksi, pola pendidikan, hingga peluang karir sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi interaktif, di mana banyak siswa melontarkan pertanyaan terkait mekanisme paspor hingga tips aman bepergian ke luar negeri.

Melalui program edukasi ini, Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah kepemimpinan Hendarsam Marantoko menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan dan edukasi hukum yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS