FK UMS Dorong Mahasiswa Siap Memimpin Sektor Kesehatan
SOLO (Soloaja.co) - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum bertajuk “Leading the Future of Indonesian Healthcare: The Strategic Role of Medical Leadership” di Ruang Utsman bin Affan, Kampus IV UMS, Rabu (16/9).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 mahasiswa secara luring maupun daring ini dihadiri jajaran tokoh nasional, termasuk Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR.
- Perkuat Ketahanan Pangan, Presiden Prabowo Pangkas Beban Produksi Petani
- UMS Tembus 3 Besar PTKIS Paling Berkelanjutan
Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen. Pol. (P) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.; Ketua Umum PB IDI Dr. dr. Slamet Budiarto, S.H., M.H.Kes.; serta Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. Mewakili Rektor UMS, Wakil Rektor I Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan komitmen kampus dalam melahirkan lulusan kedokteran yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.
Sebagai pembicara utama, Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus menyoroti tiga tantangan mendesak dalam dunia kesehatan nasional, yakni ketimpangan distribusi dokter, keterbatasan tenaga pendukung seperti radiografer, serta jaminan perlindungan bagi tenaga medis.
“Saat ini, kebutuhan dokter spesialis di wilayah 3T mencapai 55.712 orang, sementara mayoritas dokter masih menumpuk di Pulau Jawa.” Kata Benjamin.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Kemenkes menggulirkan program beasiswa khusus dengan komitmen penempatan di daerah terpencil usai kelulusan, di samping membuka 55 program studi dokter spesialis baru.
- Penguatan Dakwah Global UMS Sasar Diaspora Muslim Jepang
- Doa Anak Yatim Sanggar Bhineka untuk Jurnalis Krakatau
Benjamin juga mendorong mahasiswa FK UMS asal luar Jawa untuk kembali membangun daerahnya, serta memicu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) membuka program studi radiografer.
Dari sisi kesejahteraan, pemerintah siap memberikan jaminan fasilitas hunian, pemantauan kesehatan, hingga standarisasi jam kerja dan cuti bagi dokter muda di daerah.
Dekan FK UMS Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., menyambut positif arahan Kemenkes. Ia menekankan bahwa calon dokter harus dibekali kepemimpinan kuat serta wawasan luas agar tidak hanya berfokus pada kemajuan medis di kota besar.
“Tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di seluruh pelosok Nusantara demi memanfaatkan momentum bonus demografi nasional.” Tandasnya.
