Jajaki Pasar Ekspor, SOLEC Temukan UMKM Solo Dengan Investor Malaysia

Sabtu, 25 Juli 2026 19:07 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001935538.jpg
Bisnis matching SOLEC, mempertemukan UMKM dengan investor Malaysia jajaki ekspor (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Rombongan pengusaha dan pemerhati budaya dari Malaysia menggelar temu bisnis bersama jajaran pengurus serta anggota Solo Enterpreneur Community (SOLEC) di Ruang Meeting Lantai 2 Hotel Red Chilies Surakarta, Sabtu (25/7/2026) sore.

Pertemuan strategis yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB tersebut bertujuan untuk penjajakan kerja sama bisnis, khususnya pada sektor batik, fesyen, makanan, dan kerajinan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas penetrasi produk lokal Solo Raya ke pasar internasional sekaligus mendorong UMKM naik kelas.

Tim pengusaha dari Malaysia yang hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Syed Faizal Syed Ahmad dari RK Global Industri Malaysia, Khir Kassim mewakili Harnter Global Industries, serta Azman yang merupakan pemerhati budaya Malaysia.

Syed Faizal Syed Ahmad mengungkapkan bahwa kedatangan timnya ke Solo adalah untuk menggali berbagai peluang perniagaan dari Indonesia, baik berupa produk jadi maupun pasokan bahan baku. 

“Produk fesyen Indonesia memiliki keunggulan yang sudah diakui, sementara sektor kuliner Solo menyimpan potensi besar dengan cita rasa khas seperti rendang dan sambal yang dinilai sangat menarik untuk dipasarkan di Malaysia.” Ungkap Syed. 

Ia menambahkan, hubungan kemitraan dengan pengurus SOLEC sebenarnya telah terbangun kuat secara personal selama kurun waktu lebih dari 20 tahun. Selain bergerak di bidang perdagangan umum, pihaknya juga memfokuskan perhatian pada pengembangan latihan tenaga kerja serta kolaborasi potensi produk yang bisa masuk ke jaringan ritel maupun perhotelan di Malaysia.

Sementara itu, Pengurus SOLEC Divisi Ekspor-Impor, Gunawan Apri, menegaskan bahwa komunikasi yang dibangun dengan mitra Malaysia ini difokuskan sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh anggota organisasi. Lewat wadah SOLEC, seluruh proses transaksi dan pendampingan dapat berjalan transparan serta sesuai aturan kesepakatan bersama.

Gunawan menjelaskan, hubungan kerja sama dirinya dengan pihak Malaysia di sektor batik dan turunannya telah berjalan selama kurun 20 tahun, terutama dalam pembuatan desain motif khusus sesuai selera pasar luar negeri. 

“Melalui ajang bisnis matching ini, keberhasilan ini kami tularkan kepada puluhan UMKM anggota SOLEC yang hadir agar produk mereka—mulai dari makanan, kerajinan, hingga produk perawatan—bisa masuk ke pasar Malaysia secara terintegrasi.” Ungkap Gunawan. 

Ia juga menyoroti keunggulan komparatif Indonesia yang memiliki ketersediaan tenaga kerja terampil serta bahan baku melimpah, yang disinergikan dengan jaringan pasar dan kemampuan distribusi mitra di Malaysia. 

Ke depan, tim panitia dari SOLEC akan melakukan analisis dan kurasi produk secara berkala untuk menindaklanjuti permintaan pasar, termasuk memanfaatkan jaringan platform digital guna memetakan pusat oleh-oleh di Malaysia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua SOLEC, Joko Sutrisno, menyambut positif terobosan kerja sama internasional ini. “Kami menilai rekam jejak kemitraan yang sudah terbangun puluhan tahun menjadi jaminan kredibilitas dalam membawa produk UMKM lokal ke mancanegara.” Imbuh Joko. 

Joko menekankan bahwa setelah agenda pertemuan bisnis ini selesai, Divisi Ekspor-Impor SOLEC akan langsung mengawal proses pengelompokan produk yang dinilai layak ekspor. Langkah ini diharapkan dapat menyusul jejak beberapa anggota SOLEC lain yang sebelumnya telah berhasil menembus pasar Singapura, Prancis, Jepang, hingga Malaysia, sekaligus membuka peluang masuknya produk komplementer dari Malaysia ke Indonesia.