Fadli Zon
Senin, 19 Januari 2026 15:39 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Pasca menerima mandat resmi dari Pemerintah Pusat, Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan mulai menjalankan tugasnya memimpin pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Senin (19/1/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut setelah sehari sebelumnya, Tedjowulan menerima Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 8 Tahun 2026. SK tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Sasana Handrawina, yang menunjuk Tedjowulan sebagai pelaksana perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional tersebut.
Perubahan Jabatan Menjadi Panembahan Agung
Juru bicara keraton, Kangjeng Pakoenegoro, menjelaskan adanya perubahan nomenklatur jabatan seiring dengan terbitnya keputusan menteri yang baru. Jika sebelumnya berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 430-2933 Tahun 2017 Tedjowulan menjabat sebagai Maha Menteri, kini kedudukannya telah diperkuat.
"Dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana dan penanggung jawab pengelolaan keraton, Gusti Tedjowulan kini berkedudukan sebagai Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," tegas Pakoenegoro.
Ia juga menambahkan bahwa mulai saat ini, perannya secara resmi berganti menjadi Juru Bicara Panembahan Agung, bukan lagi Juru Bicara Maha Menteri.
Fokus Konsolidasi dan Sinergi Kementerian
Menyusul dimulainya masa kerja ini, sejumlah agenda strategis telah disiapkan. Salah satu prioritas utama adalah melakukan konsolidasi internal dengan keluarga besar Keraton Surakarta.
"Gusti Tedjowulan mengarahkan agar semua pihak mengutamakan kepentingan keraton di atas kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok. Semua rencana kerja dilakukan demi kebaikan bersama dan masa depan keraton," lanjut Pakoenegoro.
Gusti Tedjowulan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Mensesneg, Mendagri, Menteri PUPR, Menteri Pariwisata, hingga Kapolri. Sebagai pelaksana mandat negara, pihak keraton akan terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kebudayaan serta kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan pelestarian cagar budaya berjalan optimal.
Langkah awal kerja Panembahan Agung ini diharapkan menjadi babak baru bagi stabilitas dan pengembangan potensi budaya Keraton Surakarta di tingkat nasional maupun internasional.
Bagikan