IPB University Luncurkan Mobil Klinik Tanaman di Klaten

Sabtu, 01 Agustus 2026 14:11 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001960802.jpg
Program Kolaborasi Mobil Klinik Tanaman, Dospulkam, dan KKNT mempercepat diagnosis serta penanganan hama dan penyakit di tujuh sentra produksi padi di Klaten (Soloaja)

KLATEN (Soloaja.co) — IPB University memulai Safari Perdana Mobil Klinik Tanaman pada 30 Juli hingga 4 Agustus 2026 untuk membawa layanan konsultasi, diagnosis, dan rekomendasi pengendalian hama serta penyakit langsung ke wilayah petani. 

Safari ini menjangkau Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Demak, Grobogan, Indramayu, dan Subang, sekaligus memperkuat kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dan Dosen Mengabdi Pulang Kampung (Dospulkam).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari IPB Quick Response menyusul laporan meningkatnya gangguan penggerek batang, wereng batang cokelat, dan tikus pada akhir musim tanam kedua tahun 2026. 

Tim Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB University melakukan asesmen cepat di sentra produksi padi, membuka konsultasi bagi petani dan penyuluh, serta menyusun rekomendasi pengendalian berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Rachmat, Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet, para dosen, dan petani setempat.

Dalam diskusi bersama petani, Dr. Rachmat mengemukakan pentingnya upaya Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan kemandirian petani sebagai syarat utama mencapai ketahanan pangan nasional. Pemerintah terus mendorong penerapan PHT melalui program pembentukan Pos Pelayanan Agens Hayati agar petani semakin mandiri dalam pengelolaan tanaman.

Berbeda dari pola layanan konvensional yang menunggu petani datang ke kampus, Mobil Klinik Tanaman menghadirkan laboratorium berjalan langsung ke sawah dan desa. Petani dapat berkonsultasi, menunjukkan gejala pada tanaman, serta mendiskusikan pilihan pengelolaan bersama para pakar di lokasi.

Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa IPB terus berusaha memberikan layanan langsung guna menyelesaikan persoalan nyata di lapangan. Saat ini IPB menerjunkan sekitar 4.500 mahasiswa KKN di seluruh Indonesia, didampingi akademisi melalui Dospulkam dan Klinik Tanaman untuk membantu petani menghadapi tantangan ledakan hama serta perubahan iklim. 

Rektor juga dijadwalkan melakukan supervisi rangkaian kegiatan di Klaten dan Demak pada 1–2 Agustus 2026.

Sementara itu di Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, tim IPB University yang dipimpin Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof. Dr. Ir. Hermanu Triwidodo bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Klaten dalam penyusunan strategi pengendalian preemtif. 

Pendekatan ini menekankan pengamatan agroekosistem dan identifikasi risiko sejak awal sebelum serangan berkembang menjadi ledakan.

Hermanu menegaskan bahwa diagnosis harus berujung pada strategi pencegahan yang bisa dijalankan petani, sehingga petani menjadi subjek aktif dalam pengendalian hama tanpa merusak musuh alami dan kesehatan lingkungan.

Ketua LP2NU Klaten Wardiyono menyambut baik kehadiran program tersebut karena mendekatkan jarak antara petani dan kalangan akademisi. Ia berharap pendampingan dari pihak kampus dapat terus berlanjut secara berkesinambungan untuk menghadapi musim-musim tanam berikutnya.