Inovasi QryptoPay Mahasiswa UMS Raih Perak di Thailand

Sabtu, 17 Januari 2026 08:40 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001257884.jpg
Mahasiswa UMS terima penghargaan di IPITEX di Thailand (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Prestasi internasional kembali diukir mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tim QryptoPay sukses menyabet Silver Medal dalam ajang bergengsi International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) di Thailand melalui inovasi platform pembayaran berbasis kripto yang patuh regulasi.

Tim yang terdiri dari Gunawan Hafiz Januar, Muhammad Wahyu Jati, Wahyu Reihan Nur Khabib, dan Satria Maulana Hidayat ini menciptakan platform Hybrid Crypto & QR Payment. Inovasi ini memungkinkan konversi aset kripto menjadi Rupiah secara real-time untuk belanja harian melalui integrasi QRIS nasional.

"QryptoPay dirancang untuk menjembatani aset digital dengan ekonomi riil. Kami tetap mematuhi regulasi Bank Indonesia yang melarang kripto sebagai alat bayar langsung, sehingga sistem kami otomatis mengonversinya menjadi Rupiah sebelum transaksi terjadi," jelas Gunawan Hafiz, Sabtu (17/1/2026).

Solusi bagi Ekonomi UMKM

Inovasi ini lahir untuk mengatasi hambatan likuiditas bagi lebih dari 20 juta investor kripto di Indonesia. Dengan teknologi Auto-Liquidation Engine, aset digital bisa dicairkan dalam hitungan milidetik guna mendukung sektor UMKM. Selain cepat, platform ini sudah mengintegrasikan pemotongan pajak otomatis sesuai aturan Kemenkeu.

"Kami ingin membuktikan bahwa inovasi teknologi blockchain dan regulasi ketat di Indonesia bisa bersinergi untuk kontribusi nyata bagi negara," tambahnya.

Validasi Inovasi Mahasiswa UMS

Perjalanan meraih medali di Thailand tidaklah mudah. Tim harus menyatukan kompleksitas blockchain dengan standar keamanan siber yang kuat. Keberhasilan ini menjadi validasi bahwa ekosistem riset di UMS mampu melahirkan solusi futuristik di tingkat global.

Gunawan berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkolaborasi. "Keberhasilan sejati adalah ketika kita bisa bertumbuh bersama. Saya ingin menciptakan budaya mentoring di UMS agar inovasi tidak berhenti di sini," tegasnya.

Dosen pembimbing, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, SE, MM., mengapresiasi kerja keras tim yang telah membawa nama harum almamater dan Indonesia di kancah internasional.