PT Telkom Indonesia
Rabu, 05 Agustus 2026 22:09 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) — PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026 dengan mengantongi pendapatan sebesar Rp7,7 triliun.
Sebagian besar pendapatan anak usaha TelkomGroup ini masih disumbangkan oleh ekosistem internal guna mendukung kebutuhan konektivitas grup secara menyeluruh.
Meski demikian, pendapatan yang bersumber dari pelanggan eksternal di luar TelkomGroup mencatatkan lonjakan signifikan. Portofolio bisnis eksternal InfraNexia tumbuh 31 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp939 miliar.
Lonjakan ini mencerminkan kian kuatnya kepercayaan dari operator telekomunikasi, penyedia jasa internet (ISP), hingga pelanggan korporasi terhadap keandalan infrastruktur yang dikelola perusahaan.
Langkah pengalihan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang efektif sejak awal Januari 2026 telah menjadi akselerator pertumbuhan InfraNexia. Segmen Wholesale Network—yang membawahi Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia—mampu tumbuh 12,7 persen secara tahunan.
Kenaikan tersebut didorong oleh permintaan konsisten terhadap layanan jaringan inti dan ekspansi kapasitas digital nasional.
Di sisi lain, segmen FTTx dan Infrastructure Sharing turut memperkokoh posisi perusahaan sebagai penyedia jaringan terbuka (open access). Lewat efisiensi operasional dan optimalisasi biaya, InfraNexia berhasil menjaga margin EBITDA di level 54,5 persen pada paruh pertama tahun ini.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menyampaikan bahwa pertumbuhan pendapatan eksternal membuktikan daya saing perusahaan yang semakin kuat di industri telekomunikasi. Pihaknya berfokus memastikan aset jaringan dikelola secara efisien dan relevan dengan kebutuhan pasar digital.
Untuk menopang kompleksitas operasional yang kian berkembang, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasi dengan menambah jumlah tenaga kerja dari 1.128 menjadi 1.338 karyawan.
Transformasi yang dijalankan InfraNexia selaras dengan komitmen Danantara Indonesia dalam mendorong produktivitas dan efisiensi pengelolaan aset negara. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi digital nasional serta memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Bagikan