kurban
Senin, 25 Mei 2026 20:08 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Langkah preventif dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menjelang perayaan Iduladha 2026, sebagai upaya nyata menekan lonjakan produksi sampah plastik di Kota Bengawan.
Para juru jagal, Juru Sembelih Halal (Juleha), serta seluruh pengurus takmir masjid yang mengelola penyembelihan hewan kurban diminta untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah pembungkus dan distribusi daging.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengimbau masyarakat yang terlibat dalam kepanitiaan kurban untuk beralih memanfaatkan material alternatif yang jauh lebih akrab lingkungan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pembagian daging identik dengan kantong kresek, tahun ini Pemkot Solo menghendaki budaya baru yang lebih hijau.
"Saya memohon dengan sangat kepada seluruh panitia untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban. Khusus di Kota Solo, mari kita gunakan besek bambu, daun pisang, atau wadah lain yang ramah lingkungan dan bisa dipakai kembali oleh masyarakat," tegas Respati Ardi, Senin (25/5/2026).
Pesan kelestarian lingkungan tersebut sebelumnya juga telah diamplifikasi oleh Wali Kota dalam kegiatan kolektif "Sangu Jagal 2" yang dihelat di Masjid Agung Solo, Minggu (24/5) lalu.
Di hadapan ratusan perwakilan Juleha se-Solo Raya, Pemkot Solo mewanti-wanti agar esensi penyembelihan hewan kurban wajib menyelaraskan aspek syariat dengan aspek kebersihan lingkungan (green qurban).
Selain masalah wadah daging, Respati menyoroti penanganan limbah biologis pasca-penyembelihan yang kerap memicu keluhan aroma tidak sedap. Panitia diminta memilih area penyembelihan yang berjarak aman dari sumur warga, melarang keras pembuangan darah ke selokan, serta menggunakan lapisan terpal atau semen sebagai alas pencacahan agar limbah tidak merembes ke tanah.
Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (Dispartan KPP) Kota Solo Wahyu Kristina menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal penuh instruksi tersebut. Pihaknya sepakat bahwa pengurangan sampah plastik harus dimulai dari komitmen takmir masjid di tingkat rukun tetangga (RT).
"Kami sangat mendukung instruksi Mas Wali. Selama ada opsi material lain yang lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, mengapa tidak kita maksimalkan? Penggunaan besek bambu juga sekaligus membantu menggerakkan roda ekonomi perajin lokal," tutur perempuan yang akrab disapa Inna tersebut.
Inna menambahkan, pada hari H pelaksanaan Iduladha nanti, Dispartan KPP Kota Solo akan menerjunkan tim teknis untuk berkeliling melakukan monitoring secara acak di lima kecamatan.
Petugas lapangan tidak hanya menguji kelayakan kesehatan daging kurban (post-mortem), melainkan juga mengevaluasi langsung sistem pengelolaan limbah karkas dan penerapan wadah non-plastik di setiap lokasi.
Bagikan