Hujan Tak Surutkan Kekhusyukan Salat Id di Eromoko

Jumat, 20 Maret 2026 11:13 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001481405.jpg
Keterangan foto: Suasana hujan tidak menyurutkan kekhusyukan jemaah salat Idulfitri di Desa Baleharjo, Eromoko, Wonogiri, Jumat (26/3/2026). (Soloaja)

WONOGIRI (Soloaja.co) – Semangat ibadah warga Desa Baleharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, tetap membara meski cuaca kurang bersahabat. Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang dipusatkan di halaman SD Negeri 1 Baleharjo pada Jumat (20/3) berlangsung khidmat meski sempat diguyur hujan di tengah prosesi ibadah.

Kegiatan syiar Islam ini terselenggara berkat sinergi antara Badan Koordinasi Antar Masjid (BKAM) Desa Baleharjo dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Baleharjo. Sekitar 700 jemaah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan salat sunah muakkad tersebut.

Tetap Teguh Meski Diguyur Hujan

Ketua BKAM sekaligus PRM Baleharjo, Warijo, mengungkapkan bahwa hujan mulai turun saat jemaah memasuki rakaat kedua. Namun, kondisi tersebut tidak membubarkan barisan jemaah.

"Alhamdulillah, jemaah tetap khusyuk dan melanjutkan hingga khotbah selesai, meskipun sebagian harus bergeser berteduh di lorong teras sekolah dan kantor desa setempat. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa," terang Warijo.

Warijo juga memuji kedewasaan sikap masyarakat Baleharjo dalam menyikapi perbedaan penanggalan 1 Syawal. Ia menyebutkan bahwa sebagian masjid di wilayah tersebut baru akan melangsungkan Salat Id pada Sabtu (21/3). "Masyarakat saling memahami dan menjaga toleransi yang tinggi atas perbedaan tersebut," tambahnya.

Pesan Istikamah Pascaramadan

Bertindak sebagai khatib, Muhamad Arifin, yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, menyampaikan pesan mendalam bertema menjaga ketakwaan. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa Idulfitri bukanlah akhir dari perjuangan ibadah, melainkan titik awal pembuktian kualitas diri.

"Idulfitri adalah hari kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Namun, puncaknya bukan saat berbuka di dunia, melainkan saat berjumpa dengan Allah SWT. Oleh karena itu, ritme ibadah tidak boleh berhenti seiring berlalunya Ramadan," tegas Arifin di hadapan jemaah. 

Ia mengingatkan bahwa esensi puasa adalah menahan diri dari maksiat serta menjaga hati dan perilaku secara konsisten. Arifin juga membagikan tips praktis agar jemaah tetap istikamah, di antaranya dengan memperbanyak doa, menjaga lingkungan pergaulan dengan orang saleh, serta membiasakan amal kebaikan berkelanjutan meski dalam skala kecil.

Pelaksanaan Salat Id ini tidak hanya menjadi momentum penguatan spiritual bagi warga Eromoko, tetapi juga menjadi bukti nyata lestarinya nilai kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman keyakinan waktu pelaksanaan hari raya.