PD Muhammadiyah Surakarta Gelar Salat Id 1447 H di 103 Titik
SOLO (Soloaja.co) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta mengonfirmasi akan menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini merujuk pada keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuan penentuan 1 Syawal.
Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Surakarta, Ahmad Sukidi, menyatakan bahwa sebanyak 103 titik lokasi salat Id telah disiapkan dan tersebar di seluruh wilayah Kota Bengawan untuk melayani warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya.
- PT Young Tree Industries Kebobolan Rp140 Juta, Pelaku Rekanan Pabrik
- Roadshow dan Diskusi, Ciputra Film Festival Ke-5 Sapa Sineas Solo
Guna memastikan kekhidmatan ibadah, PDM Surakarta telah melakukan koordinasi intensif dengan Korps Mubaligh Muhammadiyah. Tak hanya teknis lapangan, naskah khotbah pun telah disusun secara sistematis melalui proses penelaahan oleh Majelis Tarjih dan koreksi akhir dari pimpinan daerah.
"Tahun ini tema khotbah adalah ‘Mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur’. Materi ini akan disampaikan serentak di seluruh titik pelaksanaan untuk menyebarkan pesan perdamaian dan kesejahteraan," ujar Ahmad Sukidi.
- PKS Sukoharjo Resmikan Posko Mudik 2026: Sediakan Layanan Donor Darah
- 16 Tahun Konsisten, LAPAAN RI Bagikan 4 Ton Beras Premium di Solo
Lokasi Strategis dan Tokoh Imam/Khatib
Beberapa lokasi utama yang akan menjadi pusat konsentrasi jemaah antara lain:
* Lapangan Kotta Barat: Prof. Andri Nirwana, Ph.D.
* Halaman Edutorium UMS: H. Jazuli Al Demaki, S.Ag., M.PI.
* Halaman Parkir RS PKU Muhammadiyah: Prof. Dr. H. Apt. Muhammad Da’i, M.Si.
* Jl. Adi Sucipto (Depan DPRD Surakarta): Abdullah Wahid Hasan, S.Pd.
* Lapangan Pamedan Mangkunegaran: Drs. KH. Subari.
PDM Surakarta berharap momen Idul Fitri ini menjadi momentum bagi umat untuk mempertahankan semangat ibadah yang telah dipupuk selama Ramadan. Sukidi mengajak masyarakat untuk tetap istikamah dalam bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan beramal saleh.
"Semangat kebersamaan dan kebaikan ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang damai, sejahtera, dan diridhai Allah SWT," tambahnya.
