imlek
Sabtu, 31 Januari 2026 18:43 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Kota Surakarta bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2577/2026 dengan kemeriahan yang penuh makna. Mengusung tema besar "Harmoni Imlek Nusantara", perayaan tahun ini dirancang sebagai simbol persatuan dan akulturasi budaya yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Ketua Panitia Bersama Imlek Solo menyatakan bahwa perayaan ini merupakan ruang publik yang inklusif untuk merefleksikan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam suasana yang Humanis dan bermartabat.
Cahaya Lampion dan Ikon Shio Kuda
Menjelang puncak perayaan, wajah Kota Solo mulai bersolek. Sebanyak 5.000 lampion merah telah terpasang indah di kawasan Pasar Gede dan Jembatan Kali Pepe. Tak hanya itu, di sepanjang koridor Jalan Jenderal Sudirman hingga Plaza Balai Kota, terpasang ornamen tematik mulai dari 12 lampion shio, 10 lampion kuda, hingga karakter unik seperti Journey to the West.
"Lampion-lampion ini adalah simbol cahaya dan harapan. Kami ingin setiap langkah ke depan tetap berpijak pada nilai budaya dan persatuan," tulis panitia dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Agenda Padat: Dari Olahraga hingga Literasi
Rangkaian kegiatan Imlek 2026 di Solo sangat beragam dan menyasar berbagai lapisan masyarakat:
* Imlek Fun Run (1 Februari): Olahraga bersama melintasi ikon kota yang dimulai dan berakhir di Balai Kota Surakarta.
* Lomba Foto & Jurnalistik (Januari - Februari): Berkolaborasi dengan PWI dan HSB dengan tema "Semangat Tahun Kuda".
* Edukasi & Budaya: Workshop dan Turnamen Mahjong di Solo Paragon Mall (7-8 Februari).
* Talkshow Inspiratif (12 Februari): Menghadirkan tokoh seperti Andrie Wongso, Novi Basuki, dan Azmi Abubakar dengan tema "Belajar Sampai ke Negeri China".
Solidaritas Lintas Iman dan Akulturasi
Sisi humanis perayaan ini ditonjolkan melalui aksi donor darah di berbagai mal. Menariknya, karena berdekatan dengan bulan suci Ramadan, panitia akan membagikan 500 paket takjil gratis setiap hari selama dua minggu awal Ramadan sebagai bentuk toleransi dan solidaritas lintas iman.
Kemeriahan budaya akan memuncak pada gelaran Grebeg Sudiro (15 Februari) yang merupakan simbol akulturasi Jawa-Tionghoa, disusul dengan Kirab Barongsai keliling kota pada 3 Maret mendatang.
Puncak Cap Go Meh
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh bersama Pemerintah Kota Surakarta di Pendhapi Gedhe Balai Kota pada Selasa, 3 Maret 2026 malam. Melalui kemegahan ini, Solo kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota yang mampu merawat keberagaman menjadi sebuah harmoni yang indah.
Bagikan