halal bihalal
Kamis, 09 April 2026 13:47 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Keluarga besar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat II Surakarta menggelar acara Halalbihalal di Hotel Sunan Surakarta, Kamis (9/4).
Momentum ini menjadi ajang strategis bagi pimpinan 35 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Soloraya untuk memperkuat kolaborasi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Ketua APTISI Komisariat II Surakarta, Dr. Singgih Purnomo, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan forum untuk membahas eskalasi jenjang karier dosen dan peningkatan kualitas institusi.
“Silaturahmi ini menjadi kesempatan untuk berbagi praktik terbaik dan menyiapkan langkah strategis bagi kemajuan pendidikan tinggi swasta di Soloraya,” ujar Singgih.
Ekspansi Internasional dan Kerja Sama Daerah
Dalam forum tersebut, dilaporkan keberhasilan delegasi APTISI Jawa Tengah yang terdiri dari 22 peserta dalam melakukan kunjungan kerja serta penandatanganan MoU dengan berbagai institusi pendidikan di Filipina dan Taiwan. Langkah ini diambil untuk memperluas jejaring akademik lintas negara.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Surakarta, **Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A.**, yang turut hadir, mendorong adanya kolaborasi riset antara PTS dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Fokus utamanya mencakup kajian tata kelola kota, kesehatan, hingga inovasi teknologi.
“Akselerasi kualitas SDM melalui program 'Rumah Siap Kerja' sangat penting untuk menjawab kebutuhan industri saat ini,” tutur Astrid.
Penyederhanaan Birokrasi dan Kualitas Dosen
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, **Prof. Aisyah Endah Palupi**, memaparkan poin krusial dari Permen No. 52 Tahun 2025. Aturan baru ini menekankan pada penyederhanaan birokrasi karier dosen serta fleksibilitas Beban Kinerja Dosen (BKD) guna mendukung otonomi riset.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam tausiyahnya menekankan tiga pilar kerja: ikhlas, profesional, dan tuntas. Ia mengingatkan bahwa PTS harus mampu berdiri sejajar dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui peningkatan standar pelayanan.
“Infrastruktur pendidikan tidak akan berarti tanpa kualitas pendidik yang mumpuni. Dosen adalah lokomotif pendidikan tinggi yang menggerakkan kemajuan institusi dan mahasiswa,” tegas Prof. Harun.
Acara ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh pimpinan PTS untuk terus bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di wilayah Soloraya.
Bagikan