Kamis, 05 Maret 2026 17:04 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Momentum Ramadan 1447 Hijriyah menjadi sarana peningkatan profesionalisme bagi puluhan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di Kecamatan Banjarsari. Sebanyak 77 guru dari sekolah negeri maupun swasta mengikuti agenda pembinaan ketakwaan dan peningkatan kompetensi yang digelar di Korwil II Kecamatan Jebres, Kamis (5/3/2026).
Pengawas GPAI, Sumiyati, menekankan bahwa di era sekarang, guru PAI tidak cukup hanya mengandalkan empat kompetensi dasar. Merujuk pada standar pendidikan nasional, ia mendorong para guru untuk mengintegrasikan dua aspek tambahan, yakni kompetensi spiritual dan leadership (kepemimpinan).
Mengajar Sebagai Ibadah dan Seni
Dalam paparannya, Sumiyati menjelaskan bahwa kompetensi spiritual menuntut guru untuk sadar bahwa mengajar adalah sebuah rahmat, amanah, dan panggilan jiwa.
"Guru harus sadar bahwa mengajar adalah pelayanan, aktualisasi diri, serta sebuah seni dan profesi. Dengan keyakinan bahwa mengajar adalah ibadah, maka kinerja yang dihasilkan pun akan berkualitas," ujar Sumiyati sembari tersenyum.
Selain itu, aspek kepemimpinan juga menjadi sorotan. Guru PAI diharapkan mampu mengambil inisiatif dalam mewujudkan budaya Islami di lingkungan sekolah, berkolaborasi dengan seluruh unsur pendidikan, serta aktif melayani konsultasi keagamaan bagi siswa maupun rekan sejawat.
Empat Pilar Kompetensi Guru
Senada dengan hal tersebut, narasumber kedua, Kartono, mengingatkan kembali empat pilar kompetensi utama yang harus dijaga oleh setiap pendidik:
* Pedagogik: Kemampuan dan strategi dalam mengelola pembelajaran.
* Profesional: Penguasaan materi ajar secara mendalam.
* Kepribadian: Karakter dan kepribadian guru yang menjadi teladan.
* Sosial: Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak didik serta masyarakat.
Motivasi Syukur dan Kinerja Berkualitas
Kasi Pakis Kementerian Agama Kota Surakarta, Encep Moh Ilham, turut hadir memberikan motivasi spiritual. Ia mengajak para guru untuk senantiasa bersyukur dan menjaga perspektif hidup dengan mengingat kematian serta menghargai kesehatan dan kebebasan.
"Guru profesional itu syaratnya harus berkualitas yang dilihat dari strata pendidikannya (S1), kompeten di bidangnya, dan memiliki kinerja yang nyata," tegas Encep.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak guru-guru PAI di lingkungan Kecamatan Banjarsari yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dalam membimbing generasi muda.
Bagikan