Keraton Surakarta
Jumat, 23 Januari 2026 18:53 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Istri KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Gusti Kangjeng Ratu (GKR) Mas, memulai rangkaian tradisi Sadranan menyambut bulan Ruwah Tahun Dal 1959. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Ki Ageng Henis di Pasarean Laweyan, Solo, Jumat (23/1).
Rangkaian Nyadran GKR Mas kali ini tidak hanya berpusat di Solo, namun juga merambah ke berbagai titik sakral di Jawa Tengah, DIY, hingga Jawa Timur.
Jalur ziarah dijadwalkan menuju:
Kangjeng Pakoenegoro menjelaskan bahwa bulan Ruwah merupakan momentum istimewa bagi keluarga keraton untuk mendoakan arwah leluhur sekaligus mengingat petuah luhur Dinasti Mataram Islam.
Sehari sebelumnya, telah dilaksanakan Wilujengan Ruwahan dengan sajian khas berupa apem, ketan, dan kolak.
"Apem atau afwan bermakna permohonan ampun dan saling memaafkan. Harapannya, kondisi Keraton Kasunanan Surakarta segera pulih, rukun, kompak, dan proses revitalisasi berjalan lancar," ujar Pakoenegoro.
Tradisi ini menjadi simbol refleksi spiritual bagi Keluarga Besar Keraton Surakarta untuk terus menjaga warisan peradaban di tengah proses penataan fisik yang tengah berlangsung.
Bagikan