Grebeg Besar Dal 1959: Karaton Surakarta Siap Gelar Kirab
SOLO (Soloaja.co) — Karaton Surakarta Hadiningrat bersiap menyelenggarakan Upacara Adat Grebeg Besar Dal 1959 pada Kamis Kliwon (28/5/2026) mulai pukul 09.00 WIB. Tradisi sakral dalam memperingati Hari Raya Iduladha yang berlangsung turun-temurun ini akan berpusat di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat.
Sejak masa Pakubuwono XII, pelaksanaan Grebeg Besar sengaja dilakukan pada hari kedua setelah Iduladha versi pemerintah. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan agar sentana dalem dan abdi dalem dapat merayakan hari pertama Iduladha bersama keluarga masing-masing.
- Iduladha 2026: Pemkot Solo Larang Plastik Sekali Pakai
- HUT ke-73, Langgam Hotel Dana Gandeng 51 Vendor Pernikahan
Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, menyampaikan bahwa Grebeg Besar merupakan simbol rasa syukur atas limpahan berkah Tuhan Yang Maha Esa.
"Memang sejak Sinuhun Pakubuwono XII, pelaksanaan dipilih pada hari kedua agar sentana dan abdi dalem pada hari pertama dapat bersama keluarganya," ujar Gusti Moeng, Senin (25/5/2026).
Sementara itu, Pakubuwono XIV Hangabehi dalam dawuh dalemnya mengajak seluruh sentana dalem, abdi dalem, dan masyarakat menjadikan Grebeg Besar sebagai momentum memperkuat persatuan serta pelestarian budaya adiluhung warisan Mataram Islam. Sinuhun menegaskan tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari syiar spiritual dan sedekah Karaton kepada rakyat.
Kirab Gunungan hingga Cek Kesehatan Gratis
Dalam prosesi nanti, Karaton akan mengeluarkan sepasang gunungan beserta ubarampenya untuk dikirab menuju Masjid Agung Surakarta dengan iringan prajurit, sentana dalem, dan abdi dalem.
- UMS Kukuhkan 4 Doktor Baru, Soroti Konflik Hukum Tengger
- Bangunan Tua Sering Bocor, Panti Nur Maghfiroh Direhab Grup 2 Kopassus Kartasura
Sepasang gunungan tersebut terdiri dari Gunungan Jaler yang berisi hasil bumi sebagai simbol kemakmuran, serta Gunungan Estri yang berisi makanan kering matang sebagai simbol kelimpahan rezeki.
Setelah didoakan di Masjid Agung oleh pemuka agama Karaton, Gunungan Jaler akan langsung diperebutkan oleh masyarakat di halaman masjid. Sementara itu, Gunungan Estri akan dibawa kembali untuk diperebutkan di halaman Kori Kamandungan Karaton. Sehari sebelum kirab, Karaton juga melaksanakan ritual jamasan pusaka sakral, termasuk Meriam Nyai Setomi dan Songsong Kyai Brawijaya.
Selain prosesi adat, Karaton Surakarta bakal menyembelih dua ekor sapi kurban dari sentana dalem untuk dibagikan kepada abdi dalem serta masyarakat yang membutuhkan. Ada pula aksi pengabdian sosial berupa layanan cek kesehatan gratis hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Pelayanan ini terbuka untuk abdi dalem dan masyarakat umum di Pagelaran Karaton mulai pukul 08.30 WIB.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sentana dalem dan abdi dalem yang tetap setya tuhu mengabdi untuk Karaton. Semoga seluruh rangkaian Grebeg Besar Dal 1959 berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat," tutup Gusti Moeng.
